Senin, 18 Mei 2026
Beranda / /

  • JKA: ilusi data dan tarik ulur kekuasaan
    Opini | 13 hari lalu
    JKA: ilusi data dan tarik ulur kekuasaan

    DIALEKSIS.COM | Opini - Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) sejak awal digagas sebagai wujud komitmen pemerintah terhadap hak kesehatan warga. Ia bukan sekadar program teknokratis, melainkan simbol politik kesejahteraan pasca-konflik. 

  • Eks Politikus di MK, Potensi Ancam Independensi Kekuasaan Kehakiman?
    Kolom | 3 bulan lalu
    Eks Politikus di MK, Potensi Ancam Independensi Kekuasaan Kehakiman?

    DIALEKSIS.COM | Kolom - Fenomena pengisian Hakim Mahkamah Konstitusi telah menjadi Perbincangan hangat di saat ini. Kamis Sore (5/2/2026) di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Adies Kadir, eks Wakil Ketua DPR RI dari Partai Golkar, sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

  • Labirin Kekuasaan dan Remang Moralitas: Membaca Nestapa di Balik Berkas Epstein
    Kolom | 3 bulan lalu
    Labirin Kekuasaan dan Remang Moralitas: Membaca Nestapa di Balik Berkas Epstein

    DIALEKSIS.COM | Kolom - Dalam teater kekuasaan global, terdapat sebuah panggung gelap yang jarang terjamah lampu sorot etika. Ia adalah labirin yang dibangun dari tumpukan modal, ambisi politik, dan degradasi moral yang sistemik. Skandal Jeffrey Epstein, yang kini kembali mencuat melalui rincian dokumen pengadilan, bukan sekadar fragmen kriminalitas biasa.

  • Kuat karena Diri, Bukan Partai
    Tajuk | 3 bulan lalu
    Kuat karena Diri, Bukan Partai

    DIALEKSIS.COM | Tajuk - Kerap kali panggung politik kita diramaikan oleh sosok-sosok yang melambung bukan karena jejak kerja nyata, melainkan karena posisi formal dan jaringan relasi. Jabatan partai memberi panggung, fasilitas, dan sorotan media namun panggung itu belum tentu mencerminkan kapasitas. Ketika penghormatan publik bertumpu lebih pada kedekatan suku, keluarga, atau patronase, bukan pada rekam jejak yang teruji, maka yang tumbuh bukanlah legitimasi, melainkan ketergantungan serta ilusi kehebatan.

  • Kampus, Kekuasaan, dan Godaan Dunia
    Tajuk | 4 bulan lalu
    Kampus, Kekuasaan, dan Godaan Dunia

    DIALEKSIS.COM | Tajuk - Di kampus, jabatan dan hak suara bukan sekadar prosedur administratif. Keduanya adalah instrumen penentu arah moral dan intelektual sebuah institusi. Di sanalah masa depan ilmu pengetahuan dan karakter generasi muda dipertaruhkan. Namun, ketika kekuasaan dikuasai oleh hubbud dunya kecintaan berlebihan pada dunia dan kesenangannya keputusan kolektif mudah tergelincir: dari kepentingan publik ke ambisi pribadi.

  • Mengapa Kita Butuh Pahlawan?
    Opini | 6 bulan lalu
    Mengapa Kita Butuh Pahlawan?

    DIALEKSIS.COM | Opini - Keputusan itu mengejutkan sekaligus ironis. Dua dekade lebih setelah Orde Baru tumbang, Soeharto figur yang pernah menjadi simbol kekuasaan represi kini kembali dalam bentuk penghormatan negara. Publik pun terbelah: antara mereka yang masih menyimpan trauma, ketidakadilan dan mereka yang memuja romantisme stabilitas masa lalu. 

  • Aryos Nivada: Komisi Reformasi Polri Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Simbol Kekuasaan
    Polkum | 6 bulan lalu
    Aryos Nivada: Komisi Reformasi Polri Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Simbol Kekuasaan

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengamat politik dan keamanan sekaligus dosen FISIP Universitas Syiah Kuala, Aryos Nivada, menyambut positif pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 7 November 2025. Namun, ia mengingatkan bahwa komisi tersebut hanya akan bermakna bila mampu melahirkan perubahan substantif, bukan sekadar perpanjangan tangan dari kekuasaan.

  • Wakil Rakyat Bukan Centeng Kekuasaan
    Kolom | 10 bulan lalu
    Wakil Rakyat Bukan Centeng Kekuasaan

    DIALEKSIS.COM | Kolom - Dalam sistem demokrasi modern, keberadaan lembaga legislatif adalah tiang utama dalam arsitektur pemerintahan yang sehat. Montesquieu, dalam teorinya tentang trias politica, menekankan pentingnya pemisahan kekuasaan untuk mencegah dominasi satu institusi atas yang lain. Namun, realitas politik hari ini, terutama di tingkat lokal, justru menunjukkan arah sebaliknya. Wakil rakyat, yang semestinya menjadi pengawas jalannya kekuasaan, kini tampak lebih sering bertindak sebagai penjaga gerbang bagi agenda eksekutif.

  • Arogansi Kekuasaan, Ketika Pejabat Menggadaikan Koordinasi Demi Ambisi
    Tajuk | 10 bulan lalu
    Arogansi Kekuasaan, Ketika Pejabat Menggadaikan Koordinasi Demi Ambisi

    DIALEKSIS.COM | Tajuk - Belum kering tinta pemanggilan Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan oleh Polda Aceh terkait dugaan korupsi proyek jalan senilai Rp728 miliar, publik justru disuguhi tontonan memalukan dari seorang pejabat tinggi. Alih - alih mendukung proses hukum yang sah dan transparan demi menguak kebenaran penggunaan dana publik, yang muncul adalah sikap arogansi yang mencederai prinsip dasar pemerintahan: komunikasi dan koordinasi.

  • Politik Meja Makan: Ketika Kuasa Diwariskan, Rakyat Cuma Nonton
    Opini | 1 tahun lalu
    Politik Meja Makan: Ketika Kuasa Diwariskan, Rakyat Cuma Nonton

    DIALEKSIS.COM | Opini - Di Banda Aceh, politik itu mirip kenduri. Siapa yang punya kuasa, dialah yang bagi-bagi piring. Yang nggak punya kuasa? Cukup tepuk tangan di pinggir halaman, atau kalau nasib baik, kebagian tulang ikan di akhir acara. Bedanya, kalau kenduri biasa habis makan bisa pulang, kalau politik Aceh, rakyatnya terus-terusan disuruh nonton orang yang itu-itu juga duduk di kursi empuk. Bahkan kadang, kendurinya bisa jalan terus bertahun-tahun, kursinya diwariskan dari kakek, ke anak, ke cucu, ke menantu. Rakyat? Ya tetap aja jadi penonton.

  • Sufmi Dasco Ahmad: Dari Teknik Elektro ke Puncak Kekuasaan DPR
    Soki | 1 tahun lalu
    Sufmi Dasco Ahmad: Dari Teknik Elektro ke Puncak Kekuasaan DPR

    DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sufmi Dasco Ahmad (57) kembali menancapkan pengaruhnya di panggung politik Indonesia. Politikus Partai Gerindra ini terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2024 - 2029, mengoordinasikan bidang Politik dan Keamanan (KORPOLKAM) yang mencakup Komisi I-III, Badan Legislasi, dan kerja sama antarparlemen. Ini bukan kali pertama Dasco memegang peran strategis: pada periode 2019 - 2024, ia memimpin bidang Ekonomi dan Keuangan (KOREKKU).

  • Transisi Kekuasaan: Kabinet Raya Mualem-Dek Fadh
    Kolom | 1 tahun lalu
    Transisi Kekuasaan: Kabinet Raya Mualem-Dek Fadh

    DIALEKSIS.COM | Kolom - Artikel ini menguraikan proses pembentukan tim transisi kekuasaan Pemerintahan Aceh, yang akan menjadi bagian dari Kabinet Mualem-Dek Fadh. Amanah ini merupakan wujud nyata kepercayaan rakyat Aceh yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. 

  • Bahaya Nyonya Besar di Pusaran Kekuasaan Pilkada Abdya
    Tajuk | 1 tahun lalu
    Bahaya Nyonya Besar di Pusaran Kekuasaan Pilkada Abdya

    DIALEKSIS.COM | Tajuk - Aceh Barat Daya, salah satu kabupaten di ujung barat Indonesia, akan menghadapi babak baru melalui Pilkada 2024. Namun, euforia demokrasi ini berpotensi ternodai jika pemimpin yang terpilih gagal menjaga independensi kekuasaannya dari pengaruh pihak-pihak di luar sistem formal pemerintahan. 

    Salah satu ancaman terbesar datang dari lingkaran terdekat, yaitu istri kepala daerah, yang kerap dijuluki "Nyonya Besar".

  • Pemimpin Pendendam dan Ambisi Kontrol Kekuasan!!
    Tajuk | 2 tahun lalu
    Pemimpin Pendendam dan Ambisi Kontrol Kekuasan!!

    DIALEKSIS.COM | Tajuk - Kita semua pernah mengalami rasa dendam dalam hidup, mungkin terhadap seseorang yang menyakiti atau memperlakukan kita dengan tidak adil. Namun, bagi seorang pemimpin, membiarkan dendam menguasai diri bisa sangat berbahaya. Dendam bisa membutakan pemimpin sehingga tidak dapat mengambil keputusan bijaksana untuk kepentingan rakyat yang dipimpinnya.


  • Penyalahgunaan Kekuasaan PERPPU
    Opini | 3 tahun lalu
    Penyalahgunaan Kekuasaan PERPPU

    DIALEKSIS.COM | Opini - Pasal 22 ayat (1) UUD Tahun 1945 menyatakan “Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang”. Norma konstitusi ini menjadi dasar hukum dikeluarkannya PERPPU No. 2 Tahun 2022 menjelaskan tiga aspek hukum sebagai berikut: Pertama, menurut pemerintah pertimbangan penerbitan PERPPU dikarenakan dengan alasan mendesak, dan bahkan mendasarkan pada Putusan MK No. 138/PUU-VII/2009 untuk menyelesaikan masalah hukum yang diartikan sebagai kebutuhan mendesak. 

« 1 2 »