Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Balas Serangan AS–Israel, Kawasan Teluk Terancam

Iran Balas Serangan AS–Israel, Kawasan Teluk Terancam

Senin, 02 Maret 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Ilustrasi kawasan teluk kena sasaran serangan Iran. Foto: Ist

DIALEKSIS.COM | Internasional - Teheran bergerak cepat setelah serangan gabungan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei  satu peristiwa yang memicu gelombang serangan balasan dan kekhawatiran akan eskalasi lebih luas di kawasan. Para pejabat Iran menyatakan serangan balasan menargetkan Israel serta situs-situs militer yang terkait dengan Amerika Serikat di berbagai negara Teluk.

Menurut keterangan resmi, serangan Iran menyasar fasilitas yang dianggap terkait langsung dengan operasi dan dukungan militer AS serta infrastruktur yang terkait Israel, termasuk beberapa lokasi di negara-negara Teluk. Pertukaran serangan itu membuka pertanyaan mendasar bagi ibu kota regional dan pasar global: apakah konfrontasi ini akan berhenti pada putaran serangan timbal balik, atau berubah menjadi kampanye berkepanjangan yang mengincar jalur pelayaran dan pasokan energi.

Presiden negara itu, Masoud Pezeshkian, menegaskan pada Minggu bahwa membalas pembunuhan para pemimpin senior adalah “kewajiban dan hak sah” negara. Pernyataan dari kantor kepresidenan itu menegaskan bahwa Tehran memandang aksi balasan sebagai bagian dari upaya mempertahankan eksistensi Republik Islam.

Kekuatan rudal Iran menjadi pusat perhatian dalam konfrontasi ini. Analis pertahanan menilai portofolio rudal Iran sebagai salah satu yang paling besar dan beragam di kawasan mulai dari rudal jarak pendek yang bisa diluncurkan beruntun, rudal jarak menengah yang memperluas jangkauan sasaran regional, hingga rudal jelajah dan serangkaian drone yang mampu menekan pertahanan lawan dengan taktik saturasi. Klaim bahwa rudal-rudal Iran dapat mencapai Amerika Serikat dibantah oleh sejumlah pakar, namun kemampuan ini jelas mengubah keseimbangan ancaman di Timur Tengah dan menempatkan banyak fasilitas terkait AS dan Israel dalam jangkauan.

Sejarah taktik balasan Iran juga mengingatkan pada serangan Januari 2020, ketika Teheran menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Ain al-Assad menyerang setelah pembunuhan tokoh komandan Qassem Soleimani yang menunjukkan kemampuan Iran untuk menimbulkan kerugian serius tanpa memiliki angkatan udara modern setara lawan. Pola itu kini kembali dipandang sebagai preseden pilihan strategi Teheran.

Potensi dampak ke ekonomi global dan keamanan maritim makin nyata. Jika konfrontasi meluas melalui serangan rudal, gelombang drone, atau tekanan pada jalur pelayaran harga energi dan operasi pelayaran di Selat Hormuz dan rute-rute penting lain bisa terganggu dalam jangka pendek hingga menengah. Para pengamat menilai pilihan taktis Tehran, yang menilai pembalasan tertunda sebagai tanda kelemahan, membuat jendela diplomasi menjadi sempit kecuali ada penekanan kuat dari pemain internasional untuk menahan laju eskalasi.

Situasi tetap sangat cair. Sementara dunia memantau perkembangan hari ke hari, pilihan Tehran antara membatasi balasan atau memperluas jangkauan serangan akan menjadi penentu apakah krisis ini akan mereda atau memasuki fase konflik berkepanjangan

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI