DIALEKSIS.COM | Kutacane - Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengintensifkan kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus mengejar target meraih penghargaan Adipura pada 2027.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Tenggara, Ahmad Yani, menyampaikan arahan Penjabat Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry agar peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Ahmad Yani, pasar tradisional menjadi fokus utama gerakan tersebut. Pedagang dan pembeli didorong untuk membawa tas belanja sendiri guna mengurangi penggunaan kantong plastik yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah.
"Fokus utama kita adalah edukasi kepada pedagang dan pembeli untuk mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Langkah ini terlihat sederhana, namun dampaknya sangat besar bagi kelestarian lingkungan," ujar Ahmad Yani yang diilansir pada Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan program berjalan efektif. Upaya tersebut meliputi edukasi rutin ke sekolah dan pasar, penguatan kerja sama dengan jaringan bank sampah di desa, serta penegakan Peraturan Bupati Aceh Tenggara Nomor 35 Tahun 2024 tentang Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai.
Selain itu, kampanye pengurangan plastik juga akan diperluas ke sekolah-sekolah Adiwiyata dan pasar ritel modern agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh secara lebih luas di tengah masyarakat.
Sejalan dengan gerakan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tenggara, Heri Al Hilal, bersama jajaran pimpinan instansi dan aparatur sipil negara turut melakukan aksi bersih-bersih di bantaran serta aliran Sungai Lawe Bulan dan sejumlah sungai lainnya yang dipenuhi sampah.
Heri Al Hilal mengapresiasi semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari ibadah yang harus ditanamkan sejak dini.
"Kebersihan itu ibadah. Kalau dari sekarang kita kurangi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan, anak cucu kita kelak akan menikmati sungai yang bersih dan lingkungan yang sehat," katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap gerakan pengurangan plastik sekali pakai dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Dengan partisipasi aktif seluruh pihak, target meraih Adipura 2027 sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan diyakini dapat terwujud. [*]