Kamis, 11 Juni 2026
Beranda / Gaya Hidup / Seni - Budaya / Jelang Pameran “Tangan-tangan Terampil”, Kurator Museum Aceh Dalami Kekayaan Kopi Gayo

Jelang Pameran “Tangan-tangan Terampil”, Kurator Museum Aceh Dalami Kekayaan Kopi Gayo

Rabu, 10 Juni 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pengolahan kopi gayo di kawasan Peunayong, Banda Aceh. [Foto: dok. Museum Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dalam rangka memperkaya pengetahuan dan melengkapi materi pameran temporer bertema “Tangan-tangan Terampil: Komoditas, Kekuatan, dan Identitas”, tim kurator Museum Aceh melakukan kunjungan ke salah satu toko pengolahan dan penjualan Kopi Gayo di kawasan Peunayong, Banda Aceh, pada Rabu (10/6/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali informasi mengenai proses pengolahan, jenis, serta karakteristik Kopi Gayo yang menjadi salah satu komoditas unggulan Aceh dan telah dikenal hingga mancanegara.

Kepala Seksi Koleksi dan Bimbingan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah, menyampaikan bahwa pengayaan informasi dari pelaku usaha dan pengolah kopi penting dilakukan agar materi yang disajikan dalam pameran lebih akurat dan komprehensif.

“Pameran ini tidak hanya menampilkan benda koleksi, tetapi juga berupaya menghadirkan pengetahuan mengenai komoditas yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh. Melalui kunjungan ini, kami memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai jenis-jenis Kopi Gayo, proses pengolahannya, serta nilai ekonomi dan budaya yang melekat pada komoditas tersebut,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim kurator memperoleh penjelasan mengenai berbagai jenis Kopi Gayo yang beredar di pasaran, di antaranya Long Bean, Honey Process, Natural Process, dan Full Wash, yang masing-masing memiliki karakter rasa, aroma, serta metode pengolahan yang berbeda.

Nurhasanah menambahkan bahwa biji Kopi Gayo akan menjadi salah satu objek yang ditampilkan dalam pameran temporer bersama berbagai komoditas unggulan lainnya yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Aceh.

“Biji Kopi Gayo akan didisplay bersama komoditas lain sehingga pengunjung dapat melihat secara langsung kekayaan sumber daya dan hasil bumi Aceh yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi,” katanya.

Pameran temporer bertema “Tangan-tangan Terampil: Komoditas, Kekuatan, dan Identitas” dijadwalkan mulai dibuka pada 18 Juni 2026 di lantai 2 Gedung Pameran Temporer Museum Aceh. Pameran ini akan menghadirkan beragam komoditas yang telah membentuk kehidupan masyarakat Aceh, mulai dari masa lalu hingga masa kini, sekaligus menampilkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya yang dimiliki menjadi produk bernilai ekonomi dan budaya.

Melalui pameran tersebut, Museum Aceh berharap masyarakat dapat lebih mengenal ragam komoditas daerah serta memahami peran pentingnya dalam perkembangan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh dari masa ke masa. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI