Kamis, 04 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Haul Hasan Tiro, Pemuda Aceh Diajak Jaga Semangat Juang dan Kawal Kekayaan Alam Daerah

Haul Hasan Tiro, Pemuda Aceh Diajak Jaga Semangat Juang dan Kawal Kekayaan Alam Daerah

Rabu, 03 Juni 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Tokoh pemuda Aceh, Azilul Nazirna Tiro. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Peringatan haul ke-16 Teungku Hasan Muhammad di Tiro, deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sekaligus mantan Wali Nanggroe Aceh, diperingati secara serentak di berbagai wilayah Aceh pada 3 Juni.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok yang dianggap sebagai tokoh penting dalam perjalanan sejarah Aceh, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memikirkan masa depan daerahnya.

Tokoh pemuda Aceh, Azilul Nazirna Tiro, menilai peringatan haul Hasan Tiro memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar seremoni tahunan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pengingat akan nilai-nilai perjuangan, martabat, dan cita-cita kemandirian Aceh yang diwariskan oleh Hasan Tiro kepada generasi penerus.

"Harapan kita dalam momentum haul ini adalah mengajak anak-anak muda Aceh untuk merefleksikan dan mengenang kembali sejarah perjuangan sosok wali kita, Teungku Hasan di Tiro. Dengan sering memperingati kegiatan seperti ini, semangat juang generasi muda akan terus hidup untuk menentukan arah Aceh yang lebih baik dan lebih mandiri," ujar Azilul kepada media dialeksis.com, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, pemuda Aceh tidak boleh melupakan sejarah yang telah membentuk identitas daerah. Ia menegaskan bahwa memahami perjalanan perjuangan Aceh menjadi penting agar generasi muda memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab yang mereka emban di masa depan.

Azilul menilai tantangan yang dihadapi Aceh saat ini tidak lagi sama dengan masa konflik. Namun, semangat perjuangan yang diwariskan Hasan Tiro tetap relevan, terutama dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Aceh dan memastikan kekayaan alam daerah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh bersikap pasif ketika melihat berbagai persoalan yang menyangkut masa depan Aceh.

"Jika anak muda hari ini diam seribu bahasa, maka kita akan terus-menerus menjadi penonton yang budiman atas pemerkosaan kekayaan alam dan hak-hak kemandirian kita. Karena itu, pemuda harus berani berpikir, berani bersuara, dan berani mengambil peran dalam menentukan masa depan daerah ini," tegasnya.

Bagi Azilul, arah pembangunan dan masa depan Aceh tidak boleh ditentukan oleh pihak luar semata. Ia percaya bahwa perubahan hanya akan lahir apabila generasi muda memiliki gagasan yang kuat dan harapan yang besar terhadap kemajuan daerahnya sendiri.

"Arah Aceh ditentukan oleh pemuda yang memiliki pemikiran dan menaruh harapan yang tinggi untuk Aceh yang lebih baik. Pemuda harus menjadi subjek pembangunan, bukan hanya menjadi penonton," katanya.

Menurutnya, cita-cita yang ingin diwujudkan adalah Aceh yang mampu berdiri lebih mandiri dalam mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki. Ia menilai kekayaan alam Aceh harus menjadi instrumen kesejahteraan rakyat, bukan justru menghadirkan ketimpangan atau membuat masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Peringatan haul Hasan Tiro tahun ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu dimaknai dalam bentuk perlawanan fisik, melainkan melalui penguatan pemikiran, pendidikan, partisipasi publik, serta keberanian generasi muda dalam mengawal kepentingan rakyat Aceh.

Azilul berharap semangat perjuangan yang diwariskan Hasan Tiro dapat terus hidup di kalangan generasi muda. Baginya, mengenang sejarah bukan sekadar menatap masa lalu, tetapi menjadi energi untuk membangun masa depan yang lebih bermartabat.

"Hasan Tiro telah meninggalkan warisan pemikiran yang besar bagi Aceh. Tugas generasi muda hari ini adalah menjaga semangat itu tetap hidup, memperjuangkan hak-hak rakyat, dan memastikan Aceh dapat berkembang menjadi daerah yang mandiri, bermartabat, serta mampu mengelola kekayaannya untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI