DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, kembali jadi perbincangan publik setelah muncul kabar dugaan insiden kekerasan dan penganiyaan terhadap mantan liaison officer (LO) tim sukses pasangan SABAR (Sibral Malasyi - Hasan Basri) bernama Zikrillah.
Pada tahun sebelumnya, ia juga pernah tersandung kasus dugaan penganiayaan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra Badan Gizi Nasional (BGN), MR (27), yang berakhir damai melalui mekanisme restorative justice.
Informasi yang dihimpun media dialeksis.com menyebutkan, dugaan peristiwa terbaru ini melibatkan seorang pria bernama Zikrillah, yang disebut sebagai mantan liaison officer (LO) tim sukses pasangan SABAR (Sibral Malasyi - Hasan Basri).
Insiden itu disebut-sebut terjadi pada Senin malam, 30 Maret 2026, sekitar pukul 21.25 WIB, di ruang rapat pendopo Wakil Bupati Pidie Jaya. Saat itu, Zikrillah mengaku datang untuk menghadiri undangan rapat yang membahas surat Wakil Bupati kepada Bupati terkait permohonan pelimpahan sebagian kewenangan isu yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di ruang publik.
Namun, suasana rapat yang semula diperkirakan berjalan normal, menurut Zikrillah, justru berubah tegang dalam hitungan detik.
“Saat saya masuk dan membuka pintu ruang rapat, Pak Wabup langsung marah dan menyuruh saya keluar. Ketika saya hendak pergi, beliau mengejar dan meninju punggung saya,” ujarnya, Rabu (2/4/2026) malam.
Zikrillah mengaku tidak memahami penyebab kemarahan tersebut. Ia menegaskan selama ini tidak pernah memiliki persoalan pribadi dengan Wakil Bupati.
“Saya tidak merasa punya masalah. Selama ini hubungan kami baik-baik saja,” katanya.
Ia menduga, insiden itu berkaitan dengan sikapnya yang sempat memberikan klarifikasi terhadap isu yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait anggapan bahwa Wakil Bupati tidak mendapatkan peran optimal dalam pemerintahan daerah.
Menurutnya, peristiwa tersebut juga terjadi di hadapan sejumlah tokoh penting, termasuk ulama dan tokoh masyarakat yang berada di lokasi dan menunggu rapat dimulai.
“Ini sangat memalukan bagi saya. Marwah dan harga diri saya jatuh di depan para tokoh. Keluarga saya juga tidak terima,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Atas kejadian itu, Zikrillah menyatakan akan menempuh jalur hukum. Ia berencana melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Pidie Jaya.
Sementara itu, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, saat dikonfirmasi media dialeksis.com menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan insiden terbaru tersebut.
“Untuk kejadian yang baru ini, sampai sekarang belum ada laporan yang masuk ke kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk kasus sebelumnya yang sempat mencuat, kedua belah pihak telah menyelesaikannya melalui mekanisme restorative justice, sehingga tidak berlanjut ke proses hukum.
“Yang lama sudah diselesaikan secara RJ. Sudah ada kesepakatan di antara para pihak,” katanya.
Terkait dugaan peristiwa terbaru, pihak kepolisian masih menunggu laporan resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
“Nanti kalau sudah ada laporan, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur,” tambahnya.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya sikap bijak dari semua pihak, khususnya para pemimpin, dalam menghadapi setiap persoalan.
“Harus lebih bijak, lebih menahan diri dalam menyikapi situasi,” ujarnya singkat.