DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Partai Nanggroe Aceh (PNA) mulai mematangkan langkah konsolidasi internal sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Dalam waktu dekat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PNA akan menggelar pertemuan dengan jajaran pengurus wilayah guna menyusun strategi penguatan organisasi dan pemetaan kekuatan politik.
Sekretaris Jenderal DPP PNA, Miswar Fuady, saat dihubungi Dialeksis melalui sambungan langsung, Jumat, 17 Juli 2026, mengatakan agenda konsolidasi tersebut akan menjadi forum untuk mengevaluasi kondisi partai sekaligus menyusun langkah menghadapi kontestasi politik lima tahun mendatang.
"Mungkin dalam waktu dekat ini akan ada pertemuan dengan kawan-kawan pengurus wilayah. Nanti di situ kita tahu bagaimana hasilnya. Termasuk membahas pemetaan potensi basis suara dan rekrutmen kader," kata Miswar.
Menurutnya, penguatan struktur partai tidak hanya bertumpu pada konsolidasi organisasi, tetapi juga memperluas basis kader melalui proses rekrutmen yang lebih terbuka.
Menjawab pertanyaan mengenai strategi PNA dalam menghadapi Pemilu 2029, apakah akan mengandalkan kader lama atau memberi ruang lebih besar kepada tokoh-tokoh baru, Miswar menegaskan partainya memilih merangkul seluruh elemen.
"Kalau mau menuju partai yang besar, harus merangkul semua pihak. Baik yang lama maupun yang baru. Kemudian juga membuka diri kepada yang lainnya, walaupun belum pernah di PNA. Soal adanya dinamika, itu biasa dalam partai politik, bahkan di organisasi nonpolitik juga ada dinamikanya," ujarnya.
Miswar juga memastikan sejumlah kader senior,Sayuti Abubakar, masih menjadi bagian dari PNA. Ia menegaskan, berdasarkan surat keputusan (SK) partai, Sayuti hingga saat ini masih tercatat sebagai kader PNA sekaligus pengurus partai.
"Kalau dari SK-nya masih sebagai Ketua Mahkamah Partai," kata Miswar.
PNA berharap konsolidasi yang tengah dipersiapkan dapat memperkuat struktur organisasi, memperluas dukungan politik, serta menjadi fondasi dalam menghadapi persaingan pada Pemilu 2029.