Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Politik dan Hukum / KIP Banda Aceh: Pemilih Pemula Jadi Penentu Masa Depan Demokrasi Aceh

KIP Banda Aceh: Pemilih Pemula Jadi Penentu Masa Depan Demokrasi Aceh

Senin, 18 Mei 2026 22:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Partisipasi Masyarakat dan SDM KIP Kota Banda Aceh, Muhammad Zar, SE. Foto: doc Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Partisipasi Masyarakat dan SDM KIP Kota Banda Aceh, Muhammad Zar, SE., menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas demokrasi di Aceh. Menurutnya, generasi muda tidak hanya menjadi pelengkap dalam pesta demokrasi, tetapi juga penentu arah masa depan daerah dan bangsa.

“Pemilu bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan ruang penting dalam menentukan arah masa depan daerah dan bangsa. Di Aceh, pemilu memiliki makna lebih luas karena berjalan dalam bingkai kekhususan daerah, nilai-nilai syariat Islam, serta sejarah panjang perjuangan demokrasi dan perdamaian,” ujar Muhammad Zar kepada Dialeksis, Selasa (18/5/2026).

Ia menjelaskan, pemilih pemula hadir dengan semangat baru, pola pikir yang terbuka, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan arus informasi digital. Dengan jumlah yang terus meningkat, kelompok pemilih muda dinilai memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kepemimpinan di Aceh, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Namun demikian, Muhammad Zar mengingatkan bahwa perkembangan media sosial juga membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda. Menurutnya, derasnya arus informasi digital sering kali membuat pemilih pemula rentan terpapar hoaks, provokasi, politik identitas yang berlebihan, hingga praktik pragmatis yang dapat merusak kualitas demokrasi.

“Kesadaran politik dan literasi demokrasi harus dibangun sejak dini. Pemilih muda jangan mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar, apalagi terjebak dalam politik uang dan ujaran kebencian,” katanya.

Dalam perspektif masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi nilai religius dan adat istiadat, Muhammad Zar menilai memilih pemimpin bukan hanya persoalan hak politik, tetapi juga amanah moral. Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan pentingnya memilih pemimpin yang jujur, adil, dan memiliki integritas.

“Pemilih pemula harus menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak, visi-misi, dan kapasitas kepemimpinan kandidat, bukan karena tekanan kelompok, popularitas semata, ataupun pengaruh materi sesaat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga integritas pemilu. Menurutnya, pemilih pemula dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun media sosial untuk mengajak masyarakat berpartisipasi secara cerdas dan damai.

“Generasi muda Aceh harus mampu menjadi contoh dalam menolak politik uang, ujaran kebencian, dan segala bentuk tindakan yang dapat memecah persatuan masyarakat,” tambahnya.

Muhammad Zar menilai perkembangan teknologi digital seharusnya menjadi peluang untuk memperkuat demokrasi yang sehat. Media sosial, kata dia, perlu dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan politik yang santun, kritis, dan mencerdaskan, bukan sekadar ruang perdebatan tanpa substansi.

“Masa depan demokrasi Aceh berada di tangan generasi mudanya. Jika pemilih pemula memiliki kesadaran politik yang baik, maka kualitas pemilu akan semakin bermartabat dan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari penyelenggara pemilu, pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga keluarga untuk bersama-sama membangun karakter pemilih pemula yang kritis, beretika, dan berintegritas.

“Demokrasi Aceh yang damai dan bermartabat tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih, tetapi juga oleh kualitas masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Pemilih pemula adalah wajah masa depan Aceh,” pungkasnya.

Ia pun menutup dengan pesan kepada generasi muda agar menjadi pemilih yang cerdas demi melahirkan pemimpin yang berkualitas.

“Menjadi pemilih cerdas untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas,” tutup Muhammad Zar.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI