DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si., mengingatkan pentingnya akurasi dan verifikasi di tengah derasnya arus informasi. Kecepatan menyampaikan berita harus diiringi ketelitian dalam memeriksa sumber dan memahami konteks peristiwa.
Pesan tersebut disampaikan Taufik saat membuka Pelatihan Kode Etik Jurnalistik yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh di Hotel Ayani, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).
“Kecepatan pemberitaan harus berjalan seiring dengan akurasi dan verifikasi. Setiap informasi perlu diperiksa sumber dan konteksnya,” ujar Taufik.
Dalam sambutannya, Taufik mengapresiasi langkah AMSI Aceh menyelenggarakan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat profesionalisme pers sekaligus mendorong pemberitaan yang independen dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat Aceh, mulai dari menyuarakan kebutuhan warga, mendukung pembangunan, menjaga perdamaian, hingga mengawasi kebijakan publik.
Karena itu, hubungan pemerintah dan pers perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, dengan tetap menghormati peran serta tanggung jawab masing-masing. Independensi pers harus tetap terjaga dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.
Taufik berharap pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut dapat memperdalam pemahaman peserta mengenai kode etik jurnalistik. Pemahaman itu diharapkan menjadi pegangan dalam pekerjaan sehari-hari, termasuk ketika menghadapi tuntutan kecepatan pemberitaan.
Ia juga berharap peserta membawa pengetahuan yang diperoleh ke ruang redaksi masing-masing. Dengan demikian, manfaat pelatihan dapat menjangkau masyarakat melalui pemberitaan yang semakin akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan. []