Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / 98 Persen Masjid Terdampak Bencana di Aceh Kembali Berfungsi, Kemenag: Masih Darurat

98 Persen Masjid Terdampak Bencana di Aceh Kembali Berfungsi, Kemenag: Masih Darurat

Jum`at, 06 Februari 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari. Foto: doc Ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mencatat, sekitar 98 persen masjid dan mushala yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh telah kembali berfungsi. Namun, sebagian besar rumah ibadah tersebut masih beroperasi dalam kondisi darurat.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan dari total 737 masjid dan mushala yang terdampak bencana, sebanyak 725 unit telah kembali digunakan untuk aktivitas ibadah masyarakat.

“Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen masjid dan mushala yang terdampak kembali berfungsi. Namun kondisinya masih darurat, dengan keterbatasan sarana dan prasarana,” ujar Azhari di Banda Aceh, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 12 masjid dan mushala lainnya hingga kini belum dapat difungsikan. Hal itu disebabkan kerusakan berat, roboh, bahkan ada yang hilang tersapu banjir bandang.

Di Kabupaten Aceh Timur, Mushala Baitul Banian Serbaja dilaporkan hanyut. Sementara di Kabupaten Aceh Utara, Masjid At Taqarrub Riseh Teungoh juga terbawa arus banjir.

Di Kabupaten Bener Meriah, tiga rumah ibadah terdampak banjir dan longsor, yakni Mushala Nurul Hikmah di Timang Gajah, Mushala Muttaqin, serta Masjid Jamik Mukhlisin di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Sedangkan di Kabupaten Gayo Lues, lima rumah ibadah dilaporkan hanyut atau hilang, masing-masing Mushala Serkil Putri Betung, Mushala Nurul Huda Pantan Cuaca, Masjid Baiturrahim, Masjid Al Ikhlas di Kecamatan Tripe Jaya, serta Masjid Nurul Iman di Putri Betung.

Selain itu, Masjid Al Mabrur Samalanga di Kabupaten Bireuen dan Masjid Al Hikmah Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang juga mengalami kerusakan parah hingga roboh dan terbawa arus banjir.

Azhari menilai, cepatnya pemulihan fungsi masjid dan mushala pascabencana yang telah berlangsung lebih dari dua bulan tidak terlepas dari kuatnya semangat gotong royong masyarakat Aceh.

“Pemulihan ini didorong oleh kebersamaan masyarakat, dukungan pemerintah, serta bantuan dari berbagai pihak,” katanya.

Bantuan yang disalurkan, lanjut Azhari, antara lain berupa mushaf Alquran, sajadah, peralatan kebersihan, hingga dukungan alat berat untuk membersihkan lumpur sisa banjir di lingkungan masjid.

“Masyarakat bersama-sama melakukan pembersihan. ASN juga kami kerahkan. Bahkan ada pihak yang membantu dengan alat berat, kami hanya menanggung kebutuhan BBM-nya,” pungkas Azhari.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI