Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Serapan Beras Ditargetkan 4 Juta Ton, Pemerintah Tambah Anggaran Rp39 Triliun

Serapan Beras Ditargetkan 4 Juta Ton, Pemerintah Tambah Anggaran Rp39 Triliun

Sabtu, 17 Januari 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Pemerintah menargetkan serapan gabah dan beras nasional mencapai 4 juta ton pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan berkelanjutan. [Foto: dok. Kementan]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah menargetkan serapan gabah dan beras nasional mencapai 4 juta ton pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan berkelanjutan. Target tersebut akan ditopang tambahan anggaran sebesar Rp 39 triliun serta sinergi lintas kementerian dan lembaga.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, target 4 juta ton merupakan penugasan kepada Perum Bulog yang diyakini realistis melihat tren produksi padi nasional yang terus menguat. Menurut dia, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama pencapaian target tersebut.

“Target serapan gabah dan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton merupakan target Bulog yang kita dukung bersama. Insya Allah, dengan kerja sama yang solid, target ini dapat tercapai,” ujar Amran yang dilansir pada Sabtu (17/1/2026).

Amran menjelaskan, optimisme pemerintah ditopang peningkatan luas tanam padi pada periode Oktober“Desember 2025 yang mencapai sekitar 500.000 hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, produksi gabah nasional diproyeksikan meningkat sepanjang tidak terjadi gangguan besar seperti bencana alam.

“Dengan peningkatan luas tanam dan sinergi yang kuat, kami optimistis produksi tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun lalu,” kata Amran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 tercatat sebesar 34,7 juta ton atau meningkat 13,5 persen dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 30,34 juta ton. Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di akhir 2025 berada di level 3,25 juta ton, meski sempat menyentuh angka tertinggi 4,2 juta ton pada Juli 2025.

Adapun serapan gabah dan beras oleh Perum Bulog pada 2025 mencapai 3,2 juta ton setara beras. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang 57 tahun berdirinya Bulog, jauh melampaui rata-rata serapan tahunan pada periode 2020-2024 yang berkisar di bawah 1,5 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, Bulog telah menindaklanjuti arahan Presiden terkait target swasembada pangan nasional empat tahun ke depan. 

“Kami akan memaksimalkan seluruh fungsi Bulog, mulai dari penyerapan, pengolahan, hingga penyaluran beras sebagai bentuk dukungan terhadap swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Rizal. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI