Jum`at, 07 Agustus 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenag Apresiasi Proyek Wakaf Warrior Rp1,67 Triliun, Ada Peternakan hingga PLTS

Kemenag Apresiasi Proyek Wakaf Warrior Rp1,67 Triliun, Ada Peternakan hingga PLTS

Kamis, 06 Agustus 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Diskusi Pengembangan Wakaf Produktif melalui Pemetaan Proyek Strategis. [Foto: Humas Kemenag]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mengapresiasi inovasi para nazir dalam mengembangkan wakaf produktif, termasuk proyek strategis senilai Rp1,67 triliun yang diperkenalkan Wakaf Warrior.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menilai berbagai inovasi tersebut menunjukkan besarnya potensi wakaf dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi forum ini. Dari paparan para nazir, kita melihat begitu banyak inisiatif dan program-program luar biasa yang sebagian telah berjalan," kata Waryono saat menghadiri Diskusi Pengembangan Wakaf Produktif melalui Pemetaan Proyek Strategis yang digelar KNEKS di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Waryono, pengembangan wakaf produktif membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Ia menegaskan wakaf memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional sehingga manfaatnya harus bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Dalam forum tersebut, Wakaf Warrior memperkenalkan Productive Waqf Development Initiative dengan tiga klaster proyek strategis yang nilai pengembangannya diperkirakan mencapai Rp1,67 triliun.

Klaster pertama bergerak di sektor ketahanan pangan, berupa pengembangan kawasan peternakan terpadu yang terintegrasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH) Halal Modern.

Klaster kedua menyasar sektor kesehatan, melalui pembangunan klinik dan rumah sakit wakaf di Batam dan Padang. Pembiayaannya dirancang melalui skema Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), serta kemitraan dengan investor.

Sementara klaster ketiga fokus pada energi baru terbarukan, yakni pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sumbawa yang diselaraskan dengan RUPTL PLN 2025-2034 dan agenda transisi energi nasional.

Founder Wakaf Warrior, Herri Setiawan, mengatakan Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar. Tantangannya kini adalah mengubah potensi tersebut menjadi proyek strategis melalui kolaborasi.

"Indonesia tidak kekurangan potensi wakaf. Yang kita butuhkan adalah keberanian membangun proyek-proyek strategis melalui kolaborasi," ujar Herri.

Forum tersebut juga membahas pengembangan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Berbasis Wakaf (LP2BW) atau Indonesia Sharia Economic Development Fund (ISEDF).

Lembaga ini diharapkan menjadi katalis yang menghubungkan proyek-proyek wakaf produktif dengan pembiayaan, investasi, dan kolaborasi lintas sektor sehingga manfaat wakaf dapat berkembang dalam skala yang lebih luas. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI