Kamis, 13 Agustus 2026
Beranda / Berita / Nasional / Jagung SPHP untuk Peternak Dilanjutkan hingga Akhir 2026

Jagung SPHP untuk Peternak Dilanjutkan hingga Akhir 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Jagung Pakan SPHP. [Foto: dok. Kementan]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk peternak ayam akan dilanjutkan hingga akhir 2026.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan sekaligus menekan biaya produksi peternak ayam rakyat yang tengah menghadapi tekanan harga.

"Alhamdulillah, kita sepakat harga pakan dari SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun," kata Amran dalam ketterangan resmi yang diterima pada Kamis (13/8/2026).

Perpanjangan penyaluran jagung SPHP dinilai penting bagi peternak mikro, kecil, dan menengah. Perwakilan peternak mengusulkan agar durasi penyaluran disesuaikan dengan skala usaha, yakni enam bulan untuk peternak mikro, empat bulan untuk peternak kecil, dan dua bulan untuk peternak menengah.

Amran menegaskan pemerintah akan terus mengawal harga dan pasokan jagung agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan berlebihan.

"Kepada seluruh peternak besar dan importir pakan, jangan ada bermain-main. Kami pasti cabut izinnya," tegasnya.

Pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) telur sebesar Rp26.500/kg untuk membantu menjaga harga di tingkat peternak. Penyerapan telur juga akan diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Amran menegaskan pemerintah tidak akan segan menindak perusahaan yang terbukti mempermainkan harga pakan. Salah satu perusahaan yang diduga bermasalah akan diperiksa Satgas Pangan Mabes Polri.

"Kalau terbukti, izinnya saya cabut. Ini 3,8 juta peternak yang harus kita jaga," ujarnya.

Dengan keberlanjutan jagung SPHP, pemerintah berharap biaya pakan tetap terkendali sehingga keberlangsungan usaha peternak ayam rakyat dapat terjaga. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI