Rabu, 26 Agustus 2026
Beranda / Berita / Nasional / Garuda Spark Innovation Hub Resmi Diluncurkan, Aceh hingga Papua Masuk Jaringan Inovasi

Garuda Spark Innovation Hub Resmi Diluncurkan, Aceh hingga Papua Masuk Jaringan Inovasi

Rabu, 26 Agustus 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan keynote speech dalam peluncuran Garuda Spark Innovation Hub di BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (26/8/2026). [Foto: Anhar/Komdigi]


DIALEKSIS.COM | Tangerang - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang menghubungkan 10 kota di Indonesia. Program ini ditujukan untuk memperluas akses talenta dan startup daerah terhadap ekosistem teknologi, investor, industri, hingga pasar global.

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengatakan pembangunan ekosistem digital tidak cukup hanya dengan memperluas konektivitas internet. Konektivitas tersebut harus mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan membuka kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Kita tidak boleh berhenti hanya di konektivitas. Kita harus memastikan keterhubungan itu tertranslasikan menjadi pertumbuhan atau connectivity become growth,” ujar Meutya saat peluncuran 10 lokasi GSIH secara serentak di BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, pemerataan ekosistem inovasi penting agar talenta dan potensi daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Yang kita pastikan adalah daerah-daerah juga punya akses. Akses terhadap inovasi, akses terhadap talenta, akses terhadap investor, akses terhadap industri, dan tentunya akses terhadap pasar. Jadi bukan hanya konektivitas secara fisik, tetapi konektivitas terhadap ekosistem,” kata Meutya.

GSIH dikembangkan dengan konsep Hub and Spoke. Sepuluh hub berada di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya.

Sementara itu, spoke berfungsi sebagai titik ekosistem daerah yang terhubung dengan hub. Melalui pola tersebut, talenta, startup, dan inovasi lokal diharapkan dapat masuk ke jejaring nasional dan memperoleh akses terhadap berbagai sumber daya yang dibutuhkan untuk berkembang.

Komdigi menargetkan jaringan Garuda Spark dapat berkembang hingga 500 titik. Khusus pada 2026, pemerintah menargetkan penambahan 20 Garuda Spark.

Meutya menegaskan, perluasan jaringan tersebut bukan sekadar mengejar jumlah titik, melainkan memastikan manfaat ekosistem inovasi dapat dirasakan lebih banyak daerah.

“Target kita tidak hanya angka tapi juga pemerataannya. Kita ingin memastikan anak-anak muda di daerah tidak harus selalu pergi ke pusat untuk mendapatkan akses terhadap ekosistem inovasi,” tegasnya.

Dorong Kemandirian Digital

Meutya mengatakan tujuan akhir GSIH adalah mendorong kemandirian Indonesia dalam transformasi digital. Salah satunya dengan memperbanyak inovasi yang lahir dari talenta dalam negeri.

“Kita ingin memiliki inovasi-inovasi yang juga bisa lahir dari tangan anak-anak muda di tanah air. Tujuan akhirnya cukup besar yaitu membuat Indonesia mandiri dalam transformasi digitalnya,” ujarnya.

Potensi tersebut dinilai semakin penting karena pada 2030 sekitar 68 persen penduduk Indonesia diproyeksikan berada dalam kelompok usia produktif 15-64 tahun.

Menurut Meutya, besarnya populasi usia produktif merupakan kekuatan yang perlu diberi ruang dan akses agar dapat mengambil peran dalam transformasi digital.

“Kita ingin mengisi ruang-ruang untuk bagaimana anak-anak muda terlibat dalam transformasi digital di tanah air,” katanya.

Selain memperkuat ekosistem nasional, GSIH juga dirancang sebagai global gateway dua arah. Melalui jaringan tersebut, inovasi Indonesia diharapkan dapat menembus pasar internasional. Sebaliknya, investasi, teknologi, dan jejaring global juga dapat masuk ke Indonesia melalui kemitraan yang semakin kuat.

“Daya saing kita menjadi setara di tingkat global, startup kita dihargai di tingkat global, talenta-talenta kita sejajar dan sama tinggi dengan talenta-talenta di mancanegara,” ujar Meutya.

GSIH mengusung prinsip “Locally Adapted, Nationally Coordinated, Globally Connected”. Artinya, potensi daerah dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik lokal, diperkuat melalui koordinasi nasional, kemudian dihubungkan dengan pasar dan ekosistem global.

Dengan pendekatan tersebut, GSIH tidak hanya ditujukan sebagai ruang fisik bagi pelaku inovasi, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan potensi daerah dengan sumber daya yang dibutuhkan untuk berkembang.

“Ujungnya adalah kedaulatan digital,” kata Meutya.

Peluncuran GSIH ditandai dengan kerja sama Kementerian Komdigi bersama Sinar Mas Land, Indosat Ooredoo Hutchison, Ericsson, dan Nongsa Digital Park.

Komdigi juga menargetkan penambahan 20 Garuda Spark lainnya sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas pemerataan akses terhadap ekosistem inovasi digital di Indonesia. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai
dishub