Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Biar MBG Tetap Jalan, Kementan Fokus Kemandirian Pakan Ayam Petelur

Biar MBG Tetap Jalan, Kementan Fokus Kemandirian Pakan Ayam Petelur

Senin, 09 Maret 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Ilustrasi pakan ayam petelur. [Foto: putraperkasa.co.id]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Bayangkan jika harga telur naik drastis, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa terganggu. Pemerintah menyadari hal ini, sehingga strategi penguatan kemandirian pakan ayam petelur kini menjadi prioritas untuk menjamin stok telur tetap melimpah dan harga tetap terjangkau.

Telur bukan cuma mudah diolah, tapi juga sumber protein hewani bernilai gizi tinggi yang strategis untuk program MBG. Namun, biaya pakan ayam selama ini menyumbang 60-70 persen dari total biaya produksi, termasuk bahan impor seperti bungkil kedelai dan bahan lokal seperti jagung. Inilah yang menjadi fokus penguatan kemandirian pangan.

“Program MBG adalah investasi jangka panjang. Ini soal kualitas generasi bangsa, pencegahan stunting, dan gizi anak-anak kita. Telur jadi pusat perhatian karena mudah dikonsumsi dan bernutrisi tinggi,” kata Tri Melasari.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Hary Suhada, menegaskan, pemerintah mendorong peningkatan produktivitas, kemandirian pangan hewani, dan kesehatan ternak. 

“Fokus kami: pengendalian penyakit, pengembangan kawasan budidaya berbasis teknologi, kualitas pangan asal hewan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal), serta pemberdayaan peternak rakyat,” ujarnya dalam webinar pekan lalu.

Hary menambahkan, pemerintah juga mendorong pengembangan produksi telur di luar Pulau Jawa agar pasokan tidak lagi terpusat dan rentan fluktuasi. Meskipun kebutuhan diperkirakan meningkat seiring program MBG, ketersediaan telur diproyeksikan tetap surplus hingga 2026.

Dari sisi akademisi, Prof. Idat G. Permana dari IPB menegaskan, “Pakan adalah fondasi utama keberhasilan peternakan ayam petelur. Kualitas dan keseimbangan nutrisinya menentukan produktivitas, kualitas telur, efisiensi pakan, dan kesehatan ternak.”

Praktisi peternakan Asep Saipul Irawan, pengelola 20 ribu ekor ayam petelur, membagikan pengalamannya. “Manajemen pakan dan air minum yang tepat menjamin ayam bertelur optimal. Efisiensi pakan jadi kunci agar usaha tetap berkelanjutan dan harga telur stabil.” ucapnya.

Upaya penguatan kemandirian pakan ayam petelur bukan sekadar soal ekonomi, tetapi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional, memastikan program MBG tetap berjalan, dan masyarakat tetap mendapatkan gizi berkualitas tanpa khawatir harga melonjak. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI