Jum`at, 09 Oktober 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Prabowo ke 800 Jenderal: Utamakan Rakyat, Singkirkan Ego Sektoral

Prabowo ke 800 Jenderal: Utamakan Rakyat, Singkirkan Ego Sektoral

Kamis, 08 Oktober 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan  dalam taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran TNI dan Polri menjaga kepercayaan rakyat dengan memperbaiki pelayanan dan bergerak cepat membantu masyarakat. Ia juga mengingatkan kedua institusi agar menjaga integritas serta meninggalkan ego sektoral.

Pesan tersebut disampaikan dalam taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026). 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden menghendaki kekompakan dan kesiapsiagaan operasional TNI-Polri diarahkan untuk memudahkan kehidupan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perbaiki layanan kepada warga dan selalu menjadi yang tercepat dalam membantu warga di setiap situasi,” demikian arahan Prabowo yang disampaikan Teddy melalui keterangan tertulis Sekretariat Negara. 

Menurut Teddy, Prabowo mengingatkan jati diri TNI sebagai tentara yang berasal dari rakyat dan Polri sebagai institusi yang melayani masyarakat. Kepercayaan publik harus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.

Presiden turut meminta keteladanan ditunjukkan di seluruh jenjang, mulai dari perwira hingga prajurit. Pangkat dan kehormatan dari negara, kata Teddy, membawa tanggung jawab besar untuk berani menghadapi tantangan serta mendahulukan kepentingan bangsa. Sekretariat Negara

Penekanan terhadap perbaikan kinerja juga disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak seusai mengikuti taklimat. Ia mengatakan, pertemuan tersebut menjadi pengingat bagi jajaran TNI-Polri untuk menjalankan tugas dengan lebih baik.

“Mengingatkan kembali, supaya kita bekerja lebih baik lagi. Itu saja,” kata Maruli, sebagaimana diberitakan banyak media.

Maruli juga menyebut Presiden mengingatkan agar berbagai bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan tugas tidak kembali terjadi. 

Selain pelayanan dan disiplin, Prabowo menyoroti kualitas sumber daya manusia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan, Presiden meminta pembenahan rekrutmen TNI-Polri dengan memberi perhatian pada kemampuan intelektual calon anggota.

Menurut Dudung, penilaian calon personel perlu mempertimbangkan kecakapan berpikir, selain kondisi fisik. Ia mencontohkan penggunaan kacamata yang, dalam arahan Presiden, tidak semestinya menutup kesempatan bagi calon dengan kemampuan intelektual yang baik.

“Jadi, kalau misalnya masuk tentara, polisi berkacamata juga boleh, tetapi dia pintar,” ujar Dudung, dikutip dari Antara.

Dudung menjelaskan, perhatian terhadap kemampuan intelektual berkaitan dengan perubahan tantangan pertahanan dan keamanan, termasuk perang hibrida serta penggunaan pesawat nirawak atau drone. Presiden meminta profesionalisme personel terus ditingkatkan melalui pendidikan dan latihan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi kontribusi TNI-Polri dalam mendukung program ketahanan pangan, ketahanan energi, dan menjaga situasi keamanan. 

Taklimat tersebut digelar menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo. Dalam pengantarnya, Presiden menyatakan ingin memberikan gambaran mengenai keadaan yang dihadapi Indonesia kepada para perwira tinggi.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut arahan Presiden menjadi pedoman untuk menentukan kebijakan pertahanan di tengah ancaman yang semakin kompleks, termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan kesiapan Polri mendukung kebijakan pemerintah sesuai tugas dan kewenangannya, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Sekretariat Negara.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI