Kamis, 28 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Pasar Kendaraan Listrik Melesat, IKM Diajak Masuk Rantai Pasok EV Nasional

Pasar Kendaraan Listrik Melesat, IKM Diajak Masuk Rantai Pasok EV Nasional

Kamis, 28 Mei 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi kendaraan listrik. [Foto: ugm.ac.id]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional mulai membuka peluang besar bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri. Kementerian Perindustrian mencatat lonjakan penjualan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencapai 95,9% pada triwulan I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah kini fokus memperkuat ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dari hulu hingga hilir, termasuk memperbesar keterlibatan IKM nasional dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.

Menurut Agus, pengembangan industri kendaraan listrik tidak boleh hanya dinikmati pelaku industri besar.

 "Pemerintah ingin IKM dalam negeri ikut terlibat agar terjadi transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi, hingga penguatan daya saing industri nasional di masa depan," ucap Agus, Kamis (28/5/2026).

Sebagai langkah konkret, Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA menggandeng Ditjen ILMATE, PT SGMW Motor Indonesia, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas menggelar penjajakan peluang bisnis rantai pasok kendaraan listrik di Cikarang, Jawa Barat, pada 22 Mei 2026. Kegiatan ini mempertemukan IKM komponen otomotif dengan industri besar kendaraan listrik.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyebut, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi IKM untuk memahami kebutuhan industri EV, termasuk standar kualitas dan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Ia berharap kemitraan strategis antara IKM dan industri besar dapat segera terbentuk.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan penjualan mobil listrik BEV pada triwulan I-2026 mencapai 33.150 unit. Sementara populasi bus listrik nasional hingga April 2026 tercatat 798 unit, sedangkan kendaraan listrik roda dua mencapai 236.451 unit pada Februari 2026 atau sekitar 65% dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Di sisi lain, ekspansi infrastruktur pengisian daya juga terus dipercepat. Berdasarkan data PT PLN (Persero), hingga April 2026 tersedia 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di Indonesia. 

Jumlah tersebut ditargetkan melonjak menjadi 62.918 unit pada 2030 untuk mendukung proyeksi hampir 944 ribu unit kendaraan listrik nasional. Kondisi ini dinilai menjadi momentum besar bagi IKM komponen otomotif untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok industri kendaraan listrik yang terus berkembang. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI