DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Harga emas di Banda Aceh kembali naik pada Rabu (21/1/2026). Berdasarkan pemantauan Dialeksis.com melalui akun resmi Toko Emas Bina Nusa di kawasan Peunayong, Banda Aceh, harga jual emas tercatat berada di level Rp 8.660.000 per mayam.
Harga tersebut mengalami kenaikan cukup besar sebesar Rp 330.000 dibandingkan Selasa (20/1/2026) yang masih berada di angka Rp 8.330.000 per mayam.
Kenaikan tersebut menegaskan bahwa harga emas di Banda Aceh masih berada dalam jalur penguatan. Dengan standar umum di Aceh bahwa 1 mayam setara dengan 3,3 gram, maka harga emas saat ini berada di kisaran Rp 2,62 juta per gram.
Emas tetap dipandang sebagai salah satu aset yang relatif aman (safe haven) untuk menjaga nilai kekayaan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Kondisi ini membuat minat masyarakat terhadap emas cenderung tetap tinggi meski harga terus bergerak naik.
Meski demikian, harga yang tercatat tersebut merupakan harga dasar emas dan belum termasuk ongkos pembuatan, khususnya untuk emas perhiasan.
Di Banda Aceh, ongkos pembuatan perhiasan emas umumnya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per mayam, tergantung model serta tingkat kerumitan desain.
Pergerakan harga emas di Banda Aceh juga tidak terlepas dari pengaruh faktor global, seperti fluktuasi harga emas dunia, perubahan nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta sikap pelaku pasar dalam mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang turut memengaruhi dinamika harga emas di pasar lokal.