DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Harga emas di Banda Aceh kembali mencetak rekor tertinggi. Per Senin, 12 Januari 2026, harga emas menembus angka Rp8 juta per mayam (3,3 gram), di luar ongkos pembuatan perhiasan.
Kenaikan ini menjadikan harga emas sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas di Banda Aceh. Sebelumnya, pada pekan lalu, harga emas masih berada di kisaran Rp7.820.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.
Sementara itu, ongkos pembuatan emas perhiasan di Banda Aceh bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per mayam. Besaran biaya tersebut bergantung pada model serta tingkat kerumitan desain perhiasan yang dipesan konsumen.
Pedagang di Toko Emas Italy Banda Aceh, Daffa Faras, mengatakan lonjakan harga emas saat ini tidak terlepas dari dinamika global yang kembali memanas. Kondisi geopolitik internasional dinilai berpengaruh langsung terhadap pergerakan harga emas di pasar dunia.
“Ketegangan global membuat harga emas naik. Investor asing juga banyak melakukan aksi ambil untung dengan menjual emas dalam jumlah besar, sehingga memengaruhi harga di pasar,” ujarnya kepada Dialeksis, Senin.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat menahan niat membeli emas perhiasan, sementara sebagian lainnya justru memanfaatkan momentum kenaikan harga untuk menjual emas yang telah dimiliki.