Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Ekspor Aceh Didominasi Batubara, India Jadi Tujuan Utama

Ekspor Aceh Didominasi Batubara, India Jadi Tujuan Utama

Minggu, 08 Maret 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ilustrasi Batubara.[Foto: net]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar US$17,86 juta. Surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor Aceh masih lebih tinggi dibandingkan impor pada periode yang sama.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan nilai ekspor Aceh pada Januari 2026 tercatat mencapai US$47,58 juta, sementara nilai impor berada di angka US$29,73 juta.

“Dengan nilai ekspor sebesar US$47,58 juta dan impor sebesar US$29,73 juta, maka neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar US$17,86 juta,” kata Agus Andria dalam rilis resmi statistik ekonomi Aceh yang diolah oleh media dialeksis.com, Minggu (8/3/2026).

Meski demikian, Agus menyebutkan nilai ekspor Aceh pada Januari 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Secara bulanan, ekspor Aceh turun 20,29 persen dibandingkan Desember 2025.

BPS mencatat komoditas utama yang mendominasi ekspor Aceh pada Januari 2026 adalah batubara. Nilai ekspor batubara mencapai US$40,97 juta atau berkontribusi sekitar 86,12 persen dari total ekspor Aceh.

“Ekspor Aceh pada Januari 2026 masih sangat didominasi oleh komoditas batubara dengan kontribusi lebih dari 86 persen dari total ekspor,” ujar Agus.

Selain batubara, sejumlah komoditas lain yang turut berkontribusi terhadap ekspor Aceh antara lain produk kimia, bahan anyaman nabati, serta komoditas pertanian seperti kopi dan rempah-rempah.

Dari sisi negara tujuan, India tercatat sebagai mitra dagang terbesar bagi Aceh pada Januari 2026. Nilai ekspor Aceh ke negara tersebut mencapai US$41,35 juta atau sekitar 86,91 persen dari total ekspor. Komoditas utama yang diekspor ke India adalah batubara serta berbagai produk kimia.

Di posisi kedua terdapat Jepang dengan nilai ekspor sebesar US$2,34 juta, yang didominasi oleh komoditas bahan anyaman nabati serta produk kimia.

Sementara itu, ekspor Aceh ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$1,76 juta, dengan komoditas utama berupa kopi dan rempah-rempah.

“India masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar Aceh, disusul Jepang dan Amerika Serikat,” jelas Agus.

BPS juga mencatat sebagian besar ekspor komoditas asal Aceh dilakukan melalui pelabuhan yang berada di wilayah Provinsi Aceh sendiri.

Nilai ekspor yang dilakukan melalui pelabuhan di Aceh tercatat sebesar US$42,87 juta, atau sekitar 90,09 persen dari total ekspor.

Sementara sisanya sebesar US$4,71 juta diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain. Dari jumlah tersebut, nilai terbesar melalui pelabuhan di Provinsi Sumatera Utara yang mencapai US$4,65 juta.

Di sisi lain, impor Aceh pada Januari 2026 didominasi oleh komoditas energi, khususnya propana dan butana.

Nilai impor untuk komoditas tersebut tercatat mencapai US$24,19 juta.

“Negara asal impor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai US$24,19 juta berupa gas butana dan propana,” kata Agus.

Selain dari Amerika Serikat, Aceh juga melakukan impor dari Tiongkok sebesar US$2,78 juta yang didominasi komoditas pupuk. Sementara itu, impor dari Italia tercatat sebesar US$2,76 juta, terutama berupa mesin dan pesawat mekanik.[nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI