DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional menghadapi potensi musim kemarau dan fenomena El Nino.
Kesiapan tersebut didukung kondisi produksi pangan yang masih terjaga serta ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), khususnya stok beras, yang dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak El Nino sejak dini, termasuk menyiapkan pasokan bagi daerah-daerah yang berpotensi mengalami defisit pangan.
Menurutnya, stok CPP maupun Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) telah diperkuat di tingkat pusat hingga pemerintah daerah.
"Memang ada prediksi El Nino dan musim kering, sehingga kita sudah antisipasi daerah-daerah yang defisit itu untuk persiapan, baik dari produksi maupun stok. Pemerintah mempunyai CPP dan CPPD, yang dikelola di pemerintah pusat dan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota," ujar Sarwo Edhy.
Ia menambahkan, hingga saat ini dampak El Nino belum memberikan pengaruh signifikan terhadap sektor pertanian nasional. Produksi pangan masih berjalan sesuai target karena kondisi cuaca relatif normal. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan BMKG serta mengimbau petani menerapkan pola tanam sesuai rekomendasi.
"Terkait dengan cuaca selama ini masih cukup normal, sehingga belum berpengaruh terhadap pertanaman. Jadi peningkatan produksi tetap dapat tercapai," katanya.
Data Proyeksi Neraca Pangan Bapanas menunjukkan produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 19,2 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi sebesar 15,4 juta ton. Surplus sekitar 3,7 juta ton tersebut sebagian besar telah diserap Perum Bulog menjadi Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hingga 26 Juni 2026, Bulog telah menyerap setara 3,2 juta ton beras, sementara penyaluran CBP kepada masyarakat mencapai 1,07 juta ton dan stok beras pemerintah tersisa sekitar 5,17 juta ton.
Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, optimistis ketersediaan beras nasional tetap aman hingga tahun depan. Menurutnya, pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 sehingga berbagai langkah mitigasi telah disiapkan lebih awal.
"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah. Insya Allah aman, katakanlah sampai Desember. Bahkan beras kita sudah sampai Mei pun cukup," ujar Amran.
Berdasarkan proyeksi terbaru Bapanas, stok akhir beras nasional pada akhir 2026 diperkirakan mencapai 16,24 juta ton. Jumlah tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional selama sekitar lima bulan pada 2027. Stok juga diperkirakan kembali meningkat pada Maret hingga April tahun depan seiring masuknya musim panen raya di berbagai daerah. [in]
