Rabu, 23 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / Trump Minta Ukraina Hentikan Serangan Kilang Minyak Rusia, Zelenskyy Buka Peluang Damai

Trump Minta Ukraina Hentikan Serangan Kilang Minyak Rusia, Zelenskyy Buka Peluang Damai

Selasa, 22 September 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Mobil mengantre panjang untuk mengisi bahan bakar di SPBU Rosneft di St. Petersburg, Rusia, pada 15 September 2026. [Foto: Anadolu/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan akan mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyetujui gencatan senjata di sektor energi dengan Rusia dalam pertemuan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Selasa (22/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi pertemuan tatap muka yang jarang dilakukan kedua pemimpin. Mereka dijadwalkan membahas dukungan pertahanan udara untuk Ukraina menjelang musim dingin, serangan drone Kyiv terhadap kilang minyak Rusia, serta upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Trump sebelumnya meminta Ukraina menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Dalam unggahan di Truth Social, Senin (21/9/2026), Trump mengatakan sejumlah kilang minyak diesel Rusia telah rusak akibat serangan dan untuk sementara tidak beroperasi.

Ia menilai perang Rusia-Ukraina perlu segera diakhiri. Trump juga mengaitkan gangguan pasokan bahan bakar global dengan konflik tersebut dan perang di Iran yang turut mendorong kenaikan harga diesel di AS.

Sementara itu, Zelenskyy mengatakan Kyiv terus berkomunikasi dengan pemerintahan Trump mengenai gagasan perdamaian. Ia menyatakan sektor energi, infrastruktur vital, dan ekspor pangan Ukraina seharusnya tidak lagi menjadi sasaran serangan Rusia.

Menurut Zelenskyy, penghentian serangan terhadap fasilitas tersebut dapat diikuti langkah de-eskalasi yang setara dari Ukraina. "Solusi itu mungkin dicapai," ujarnya.

Ukraina sendiri menyatakan fasilitas energi Rusia merupakan target militer yang sah dalam perang melawan invasi Rusia. Di sisi lain, Rusia disebut tengah menyiapkan serangan besar terhadap infrastruktur energi Ukraina, meningkatkan kekhawatiran menjelang musim dingin. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI