DIALEKSIS.COM | Melbourne - Indonesia kembali menunjukkan agresivitasnya dalam mendorong ekspor kopi ke pasar global melalui partisipasi di Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2026.
Ajang yang berlangsung pada 26-28 Maret di Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC) ini menjadi panggung strategis bagi pelaku industri kopi nasional untuk memperluas penetrasi pasar Australia dan kawasan Asia-Pasifik.
Melalui Paviliun Indonesia yang digagas oleh perwakilan pemerintah di Australia, sejumlah produsen kopi unggulan tampil membawa produk spesialti. Di antaranya GravFarms Indonesia, Canaya Geothermal Coffee Producers, hingga Bang Raden Coffee. Selain itu, kopi Arabika asal Papua Pegunungan juga ikut diperkenalkan lewat Papua Black Gold Coffee, yang merepresentasikan potensi kopi premium dari wilayah timur Indonesia.
Tidak hanya berfokus pada produk, Indonesia juga menonjolkan inovasi industri melalui Bell Living Lab. Inisiatif ini menghadirkan pendekatan ekonomi sirkular dengan mengolah limbah kopi menjadi material bernilai tambah untuk kebutuhan fesyen hingga interior, mencerminkan transformasi industri kopi yang semakin berkelanjutan.
Kehadiran Indonesia dalam MICE juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring bisnis. Dalam sesi “Trip to Origin”, pelaku usaha mempresentasikan profil perusahaan sekaligus memperkenalkan karakteristik kopi Indonesia melalui cupping. Sejumlah varian unggulan seperti Sigarar Utang hingga Fine Canephora menjadi daya tarik bagi buyer internasional.
Dari sisi dukungan kebijakan, partisipasi ini turut diperkuat oleh kolaborasi Bank Indonesia dengan mitra lokal Australia melalui inisiatif Indonesian House of Beans. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong ekspor produk pertanian bernilai tinggi.
Secara makro, peluang ekspansi kopi Indonesia di Australia semakin terbuka lebar seiring implementasi IA-CEPA. Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan kedua negara meningkat signifikan, sementara ekspor kopi Indonesia ke wilayah Victoria menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Dengan jumlah peserta lebih dari 150 exhibitor dan puluhan ribu pengunjung, MICE menjadi salah satu ajang kopi terbesar di kawasan. Keikutsertaan berkelanjutan Indonesia dinilai penting untuk memperkuat posisi sebagai produsen kopi global sekaligus meningkatkan nilai tambah ekspor. [*]