Kamis, 11 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Penusukan Picu Kerusuhan Anti-Imigran di Belfast, Sejumlah Kendaraan Dibakar

Penusukan Picu Kerusuhan Anti-Imigran di Belfast, Sejumlah Kendaraan Dibakar

Rabu, 10 Juni 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sebuah mobil terbakar di Belfast timur, selama protes setelah serangan pisau pada 8 Juni yang menyebabkan seorang pria terluka parah dan mendorong polisi untuk menyatakan "insiden kritis" di Belfast. [Foto: Isabel Infantes/Reuters]


DIALEKSIS.COM | Belfast - Kerusuhan anti-imigran pecah di Belfast, Irlandia Utara, Selasa (9/6/2026), setelah seorang pria asal Sudan ditangkap terkait kasus penusukan yang menyebabkan seorang pria mengalami luka serius.

Ratusan demonstran, sebagian di antaranya mengenakan penutup wajah, turun ke jalan dan membakar sebuah bus, sejumlah kendaraan, serta sebuah bangunan di dekat pusat kota. Aksi serupa juga terjadi di Antrim, sekitar 25 kilometer dari Belfast.

Polisi telah mendakwa tersangka berusia 30 tahun itu dengan percobaan pembunuhan, kepemilikan senjata tajam di tempat umum, dan ancaman pembunuhan. Korban, pria berusia 40-an, mengalami luka serius pada mata serta luka sayatan di wajah dan punggung.

Menteri Pertama Irlandia Utara Michelle O'Neill mengecam aksi kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa rasisme, intimidasi, serta kekerasan tidak dapat dibenarkan. Polisi juga menyerukan masyarakat untuk tetap tenang dan memberi ruang bagi proses penyelidikan.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut mengutuk kerusuhan tersebut dan menyebut aksi kekerasan di jalanan sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

Kepala Kepolisian Irlandia Utara Jon Boutcher mengatakan tersangka berada di Inggris dengan visa lima tahun yang diterbitkan pada September 2023. Menurut polisi, tersangka sebelumnya melakukan perjalanan dari Sudan melalui Paris dan Dublin sebelum mengajukan suaka di Belfast.

Para pemimpin partai politik utama di Irlandia Utara juga mengutuk serangan penusukan tersebut serta menyerukan ketenangan, seraya menegaskan bahwa kerusuhan hanya akan memperburuk situasi di tengah masyarakat. [AFP, AP & Reuters/Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI