DIALEKSIS.COM | Gaza - Serangan militer Israel di Jalur Gaza serta aksi kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat kembali menambah daftar panjang penderitaan rakyat Palestina. Di tengah sorotan dunia terhadap dinamika konflik Amerika Serikat-Iran dan upaya menjaga gencatan senjata di kawasan, kekerasan terhadap warga Palestina terus berlanjut.
Berdasarkan laporan Al Jazeera dan kantor berita Palestina WAFA, sebuah serangan drone Israel menghantam kendaraan yang melintas di dekat Kamp Pengungsian Nuseirat, Gaza Tengah, pada Sabtu (11/7/2026).
Koresponden WAFA melaporkan sedikitnya empat rudal ditembakkan ke arah kendaraan yang berada di atas Jembatan Wadi Gaza. Serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.
Korban meninggal dunia dievakuasi oleh tim ambulans Bulan Sabit Merah Palestina ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah. Sementara empat korban luka mendapat perawatan di Rumah Sakit Al-Awda yang berada di kawasan Kamp Pengungsian Nuseirat.
Di sisi lain, sumber medis di Gaza yang dikutip Al Jazeera menyebut jumlah korban akibat agresi Israel terus meningkat. Hingga kini, sedikitnya 73.221 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara 173.643 lainnya mengalami luka-luka sejak perang pecah pada Oktober 2023.
Meski sempat diberlakukan kesepakatan gencatan senjata pada Oktober tahun lalu, kekerasan disebut belum benar-benar berhenti. Sejak kesepakatan itu berlaku, tercatat 1.098 orang kembali tewas dan 3.535 lainnya terluka akibat serangan lanjutan.
Kementerian Kesehatan Palestina juga melaporkan bahwa dalam 48 jam terakhir, sedikitnya tujuh jenazah telah dibawa ke rumah sakit, sementara 28 korban luka lainnya mendapatkan penanganan medis.
"Pihak kami masih meyakini terdapat korban yang tertimbun reruntuhan maupun berada di jalan-jalan karena tim ambulans dan penyelamat belum dapat menjangkau seluruh lokasi," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina.
Sementara itu, situasi di Tepi Barat juga memanas. Menurut laporan Al Jazeera, pemukim Israel merusak lahan pertanian milik warga Palestina di kawasan al-Madoudiya.
Aksi serupa juga terjadi di Khirbet Masoud, selatan Jenin. Pemukim Israel dilaporkan melepaskan ternak ke area pertanian sehingga merusak tanaman dan pepohonan milik warga.
Tak hanya itu, para pemukim juga disebut menyerang pekerja asal Kota Qabalan di selatan Nablus ketika mereka sedang memperluas jaringan listrik menuju sebuah rumah warga.
Di wilayah Masafer Yatta, selatan Hebron, Bulan Sabit Merah Palestina mengevakuasi empat warga yang mengalami luka akibat serangan pemukim Israel.
Pada saat bersamaan, tentara Israel juga dilaporkan menangkap seorang pemuda Palestina bernama Mahmoud Labib Nawasra dari Desa Fahma, selatan Jenin.
Menurut laporan WAFA, aparat militer Israel menggerebek rumah keluarganya dan sempat menahan sang ayah sebagai bentuk tekanan agar Mahmoud menyerahkan diri.
Rangkaian serangan tersebut memperlihatkan bahwa eskalasi konflik di wilayah Palestina masih terus berlangsung. Di tengah berbagai upaya diplomatik internasional untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, warga sipil Palestina masih menjadi kelompok yang paling terdampak oleh berlanjutnya operasi militer dan aksi kekerasan di lapangan.