Jum`at, 10 Juli 2026
Beranda / Berita / Dunia / AS Serang Iran Lagi, Klaim Balas Serangan Kapal Dagang di Selat Hormuz

AS Serang Iran Lagi, Klaim Balas Serangan Kapal Dagang di Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Gedung di Iran terbakar usai serangan udara Amerika Serikat yang diklaim sebagai balasan atas insiden penembakan kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, Selasa (7/7/2026). Serangan itu kembali memanaskan ketegangan di Timur Tengah. (Istimewa/X/Tangkapan Layar)


DIALEKSIS.COM | Internasional - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke sejumlah wilayah di Iran selatan, menyusul insiden penyerangan terhadap kapal-kapal dagang di sekitar Selat Hormuz yang dituduhkan kepada Teheran.

Pusat Komando Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas dugaan serangan Iran terhadap tiga kapal komersial milik sekutu AS yang sedang melintasi jalur pelayaran strategis itu.

"Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," tulis CENTCOM melalui akun X, seperti dikutip Al Jazeera.

Sebelumnya, Arab Saudi menuding Iran berada di balik serangan terhadap kapal tanker minyak milik Saudi dan Qatar yang tengah berlayar menuju Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut aksi tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan pelayaran internasional dan stabilitas pasokan energi dunia.

Namun hingga kini, pemerintah Iran maupun Korps Garda Revolusi Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.

Di sisi lain, media pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengklaim sebuah kapal tanker Qatar menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang dari pasukan Iran saat melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut AS.

Merespons insiden itu, AS melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran. CENTCOM mengklaim berhasil menghancurkan sekitar 80 target strategis, termasuk fasilitas militer di Pulau Kharg dan Pulau Qashem yang berada di kawasan Selat Hormuz.

Langkah Washington memicu sorotan karena dilakukan tanpa menunggu klarifikasi resmi dari pemerintah Iran. Sejumlah pihak menilai keputusan tersebut diambil terlalu cepat di tengah situasi yang masih simpang siur.

Serangan itu juga terjadi ketika Iran masih menggelar rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan nota kesepahaman yang sebelumnya disiapkan dengan Iran berpotensi dibatalkan. Dalam pidatonya pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Turki, Trump menyebut Iran sebagai "pemain kotor" yang telah menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan melanggar gencatan senjata. Ia juga melontarkan kritik keras terhadap Teheran dengan menyebut para pemimpinnya sebagai "orang-orang jahat" yang mengancam upaya perdamaian.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI