Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Balas Ultimatum Trump soal Selat Hormuz

Iran Balas Ultimatum Trump soal Selat Hormuz

Minggu, 05 April 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi. Foto: Ist/wikimedia


DIALEKSIS.COM | Teheran - Iran merespons ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberi tenggat 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz. Teheran memperingatkan konsekuensi serius jika Washington melanjutkan tekanan militer.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, menyatakan ancaman keras kepada Trump. “Pintu neraka akan terbuka untukmu,” ujarnya, seperti dikutip CNN.

Pernyataan senada disampaikan Juru Bicara Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari. Ia menegaskan konflik dapat meluas ke seluruh kawasan. “Jika permusuhan meluas, seluruh wilayah akan menjadi neraka bagi kalian. Ilusi mengalahkan Iran akan berubah menjadi rawa yang menelan kalian,” kata Zolfaghari.

Sebelumnya, Trump mengultimatum Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Ia juga mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran jika tuntutan itu tidak dipenuhi. “Waktu hampir habis 48 jam sebelum neraka menimpa mereka,” ujar Trump.

Ketegangan di kawasan Teluk meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia. Penutupan ini memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak ekonomi yang lebih luas.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI