Kamis, 29 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / Biaya BBM Tembus 8.000 Dolar AS, Kapal Pesiar Odyssey Berhenti Berlayar

Biaya BBM Tembus 8.000 Dolar AS, Kapal Pesiar Odyssey Berhenti Berlayar

Rabu, 28 Oktober 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapal Pesiar Villa Vie Odyssey. [Foto: Facebook/VillaVieResidences]


DIALEKSIS.COM | AS - Sebuah kapal pesiar asal Amerika Serikat, Odyssey, menghentikan operasionalnya di Kamboja akibat lonjakan biaya bahan bakar. Keputusan ini membuat ratusan penumpang yang menjadikan kapal tersebut sebagai tempat tinggal harus meninggalkan hunian mereka.

Kapal yang dioperasikan Villa Vie Residences itu memulai pelayaran dua tahun lalu dengan misi mengelilingi tujuh benua selama tiga tahun. Konsepnya menggabungkan hunian jangka panjang di atas kapal dengan perjalanan keliling dunia.

Dikutip dari keterangan perusahaan, biaya bahan bakar bulanan yang biasanya sekitar 1.800 dolar AS per kabin kini diperkirakan melonjak menjadi 6.000 hingga 8.000 dolar AS di sejumlah wilayah Asia. Kenaikan tersebut terjadi di tengah konflik yang melibatkan Iran.

Perusahaan yang berbasis di Florida itu mengaku telah berupaya menghemat bahan bakar dengan memperlambat perjalanan dan memperpanjang waktu singgah di pelabuhan. Namun, langkah tersebut tidak cukup untuk mengatasi lonjakan biaya operasional.

“Kami tidak lagi sanggup menanggung kerugian operasional yang timbul,” demikian pernyataan perusahaan. Villa Vie Residences menyatakan fokusnya kini adalah membantu penghuni, kru, dan karyawan sembari menjalankan upaya restrukturisasi.

Otoritas Pelabuhan Otonom Sihanoukville menyebut Odyssey tiba pada 23 Oktober untuk kunjungan lima hari. Kapal itu semestinya melanjutkan perjalanan ke Vietnam, tetapi hingga Rabu masih berada di pelabuhan.

Kapal tersebut membawa 203 penumpang dari 15 negara, mayoritas warga Amerika Serikat, serta 156 anggota kru. Kapasitas maksimalnya mencapai 650 penghuni.

Para penumpang telah diminta turun dari kapal, sementara nasib para kru belum jelas. Jadwal pelayaran Odyssey sebelumnya telah disusun hingga November 2027. Rencana perusahaan menghadirkan kapal hunian kedua pada awal 2029 juga belum mendapat kejelasan. [AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI