Sabtu, 07 November 2026
Beranda / Berita / Kronologi Penembakan Lengkap Kejadian di Tiro

Kronologi Penembakan Lengkap Kejadian di Tiro

Jum`at, 06 November 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi
Foto: Ilustrasi ChatGPT oleh dialeksis.com

DIALEKSIS.COM | Sigli - Satu warga meninggal dunia dan sejumlah orang terluka dalam insiden penembakan saat kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di meunasah Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Kericuhan terjadi saat aparat berupaya menurunkan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di lokasi kenduri. 

Laporan analitis Jaringan Survei Inisiatif (JSI) yang diterima redaksi Dialeksis memuat kronologi berdasarkan keterangan TNI AD, informasi awal Komnas HAM Aceh, data rumah sakit, dan kesaksian warga yang dimuat media. 

Rabu sore, warga menolak penurunan bendera

TNI AD menyatakan aparat TNI dan Polri lebih dulu bermediasi dengan panitia kenduri agar bendera diturunkan. Menurut keterangan itu, panitia ingin mempertahankan bendera sehingga mediasi berakhir tanpa kesepakatan. 

Informasi awal yang diterima Komnas HAM Aceh menempatkan rangkaian kericuhan pada sekitar pukul 16.00 hingga 17.05 WIB. Menurut lembaga itu, penolakan warga terhadap upaya penurunan bendera berkembang menjadi kericuhan yang disertai penembakan dan dugaan pemukulan. 

Keterangan TNI AD dan saksi soal tembakan

TNI AD menyebut personelnya dilempari batu dan kayu saat penertiban berlangsung. Sejumlah orang disebut membawa senjata tajam. Menurut TNI AD, personel menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara, lalu melepaskan tembakan peringatan dengan munisi hampa dan kemudian munisi karet karena menilai keselamatan mereka terancam. TNI AD menyatakan bendera diturunkan setelah massa membubarkan diri. 

Amran, warga Pulo Keunari yang mengaku berada di lokasi, mengatakan kepada CNN Indonesia bahwa tembakan yang semula mengarah ke udara kemudian diarahkan ke kerumunan warga. Dalam liputan berbagai media di infokan, Sinar Pidie melaporkan Abzalul Riza berada di bawah tenda di pekarangan meunasah saat terkena tembakan. 

Pukul 17.05 WIB, Abzalul Riza tiba di rumah sakit

Abzalul Riza, 20 tahun, warga Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, tiba di RSUD Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen sekitar pukul 17.05 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Direktur RSUD Kamaruzzaman menyebut korban mengalami luka di dada kanan bagian atas, dekat bahu. 

Hingga pukul 21.30 WIB, RSUD itu menerima 12 orang terkait insiden tersebut, termasuk Abzalul. Sebelas orang lainnya tercatat dengan kondisi berbeda, antara lain luka dan memar. Dalam rekap yang diumumkan keesokan harinya, TNI AD melaporkan 14 warga menjadi korban, yakni satu orang meninggal dunia dan 13 orang terluka. TNI AD juga melaporkan enam personelnya terluka. 

Rabu malam, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana menjenguk korban di rumah sakit. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan TNI untuk memberi penjelasan kepada publik. 

Kamis, pemakaman dan rencana penyelidikan

TNI AD menyebut jenazah Abzalul dimakamkan sekitar pukul 01.00 WIB pada Kamis (5/11/2026) di pemakaman umum Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro. TNI AD juga melaporkan bahwa per pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Pulo Keunari secara umum sudah kondusif. 

Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menjenguk korban dan berdialog dengan keluarga di rumah sakit. Fadhlullah juga menyerahkan bantuan kepada korban. 

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah sepakat menyelidiki penembakan untuk mengetahui siapa yang melakukan dan siapa yang bertanggung jawab. 

Kamis malam, Komnas HAM Aceh menyatakan telah berkoordinasi dengan Komnas HAM pusat untuk menyiapkan investigasi independen. Lembaga itu akan menghimpun keterangan dari berbagai pihak serta memantau penanganan medis dan pemulihan korban. 

Hingga Jumat (6/11/2026), redaksi Dialeksis belum menemukan hasil pemeriksaan balistik yang dipublikasikan. Jenis proyektil yang diduga mengenai Abzalul, identitas penembak, serta urutan pasti pelemparan dan tembakan masih perlu dipastikan. Banyak pihak mengusulkan pemeriksaan senjata dan amunisi, pengumpulan rekaman asli, serta penelusuran rantai komando untuk merekonstruksi kejadian. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI