Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Gempa Tektonik M3,5 dan M2,6 Guncang Aceh Tengah–Bener Meriah

Gempa Tektonik M3,5 dan M2,6 Guncang Aceh Tengah–Bener Meriah

Rabu, 31 Desember 2025 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Aceh Tengah - Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah tengah Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa bumi terjadi beruntun pada Selasa malam, 30 Desember 2025, yang dirasakan di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Gempa pertama terjadi pukul 22.22.25 WIB dengan magnitudo M3,5. Episenter gempa berada di darat, sekitar 10 kilometer barat Kabupaten Bener Meriah, pada koordinat 4,73° Lintang Utara dan 96,78° Bujur Timur, dengan kedalaman 8 kilometer.

“Kedalaman hiposenter yang dangkal menunjukkan gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” kata Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, dalam keterangan resminya.

Getaran gempa dirasakan masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan intensitas III hingga IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan jelas di dalam rumah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Selang sekitar 20 menit kemudian, gempa susulan kembali terjadi pukul 22.43.41 WIB. Gempa kedua berkekuatan M2,6 dengan episenter berada di darat, sekitar 7 kilometer barat Kabupaten Bener Meriah, pada kedalaman 6 kilometer.


Gempa ini dirasakan dengan intensitas II MMI, di mana getaran dirasakan oleh sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. BMKG memastikan tidak ada laporan kerusakan akibat gempa susulan tersebut.


BMKG juga mencatat, sejak 29 Desember 2025 pukul 06.09 WIB hingga 30 Desember 2025 pukul 23.15 WIB, telah terjadi rangkaian aktivitas seismik sebanyak 12 kali gempa bumi di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.


BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi kebencanaan hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG, baik media sosial, laman web, kanal Telegram InaTEWS, maupun aplikasi resmi BMKG.


“Pastikan masyarakat selalu mengikuti informasi dari sumber resmi,” ujar Andi Azhar Rusdin.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI