Senin, 20 Juli 2026
Beranda / Berita / Fadhil Ilyas Bawa Bank Aceh Raih Pemred Award 2026

Fadhil Ilyas Bawa Bank Aceh Raih Pemred Award 2026

Minggu, 19 Juli 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menerima Pemred Award 2026 di Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026). Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Yogyakarta - Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, meraih Pemred Award 2026 kategori Corporate Leadership–The Best Communication. Penghargaan itu diserahkan dalam malam penganugerahan Festival Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan kepada pemimpin perusahaan yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun komunikasi publik secara terbuka, transparan, dan akuntabel, sekaligus mampu menjalin hubungan harmonis dengan media dan masyarakat.

Berdasarkan penilaian dewan juri yang diketuai Anggota Dewan Pers Republik Indonesia, Yogi Hadi Ismanto, Fadhil Ilyas dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan yang mendukung keterbukaan informasi publik.

Penilaian itu antara lain didasarkan pada kemudahan akses informasi, hubungan yang baik dengan insan pers, serta komitmen Bank Aceh dalam membangun komunikasi yang konstruktif dan bertanggung jawab.

Dewan juri juga mempertimbangkan konsistensi perusahaan dalam membangun hubungan yang sehat antara institusi, media, dan masyarakat, serta keberpihakan terhadap penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.

Fadhil menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bank Aceh dalam menjaga kualitas komunikasi perusahaan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Aceh. Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik masyarakat Aceh, penghargaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab,†ujar Fadhil.

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata capaian individu, melainkan buah dari komitmen seluruh insan Bank Aceh dalam menghadirkan informasi yang cepat, akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada para pemangku kepentingan.

Di tengah persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat, kata Fadhil, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance atau tata kelola perusahaan yang baik.

Karena itu, Bank Aceh terus memperkuat budaya transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi yang efektif sebagai fondasi dalam membangun serta mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Komitmen tersebut dijalankan melalui penyampaian informasi perusahaan secara berkala, penguatan fungsi kehumasan, optimalisasi kanal komunikasi digital, peningkatan layanan informasi publik, serta pembangunan hubungan profesional dengan media massa di tingkat daerah maupun nasional.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah Syariah, Bank Aceh juga terus melakukan transformasi menuju institusi keuangan yang modern dan berdaya saing nasional.

Transformasi itu tidak hanya dilakukan melalui penguatan bisnis, digitalisasi, serta inovasi layanan, tetapi juga dengan membangun komunikasi publik yang terbuka, kredibel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Bank Aceh yang telah memasuki satu dekade sebagai bank syariah. Perusahaan terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta sinergi antara direksi, dewan komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan seluruh karyawan.

“Kami menyadari bahwa kepercayaan adalah aset terbesar sebuah lembaga keuangan. Karena itu, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun komunikasi yang profesional dan bertanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingan,†tambahnya.

Pemred Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian Festival Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang berlangsung pada 17 hingga 19 Juli 2026 di Yogyakarta.

Penghargaan diberikan kepada sejumlah kepala daerah, anggota legislatif, pimpinan lembaga, BUMN, BUMD, dan pelaku usaha. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penganugerahan Pena Emas kepada tokoh-tokoh nasional yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan dan komunikasi publik.

Malam penganugerahan itu turut menjadi momentum membanggakan bagi Aceh. Selain Fadhil Ilyas, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima penghargaan Pena Emas.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, juga memperoleh penghargaan atas kepemimpinan dan kontribusinya dalam tata kelola pemerintahan serta komunikasi publik.

Fadhil berharap penghargaan yang diterima sejumlah tokoh Aceh tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan Aceh yang berkelanjutan.

Bagi Bank Aceh, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kualitas komunikasi publik, tetapi juga penguat komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola yang baik, menjaga kepercayaan masyarakat, serta mempercepat transformasi menjadi Bank Pembangunan Daerah Syariah yang modern dan kompetitif.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI