Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari Selama Ramadan 1447 H

UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari Selama Ramadan 1447 H

Kamis, 19 Februari 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyediakan setiap hari 2000 paket iftar atau buka puasa bagi mahasiswa dan masyarakat selama satu bulan Ramadan 1447 Hijriah. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyediakan setiap hari 2000 paket iftar atau buka puasa bagi mahasiswa dan masyarakat selama satu bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dilakukan di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Kamis (19/2/2026) sebagai bentuk kepedulian dan penguatan solidaritas sosial di lingkungan akademik.

Program iftar jama’i itu merupakan bagian dari bantuan Ramadan yang bersumber dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed For Good Foundation, bekerja sama dengan Mohamed Bin Zayed University for Humanities serta didukung oleh Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan yang kembali diterima kampusnya untuk tahun ketiga berturut-turut.

“Ini merupakan tahun ketiga kami menerima bantuan Ramadan dari Pemerintah UEA. Kami sangat bersyukur atas kepedulian dan dukungan yang diberikan,” ujarnya di sebelum buka puasa kepada awak media.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar distribusi makanan berbuka, melainkan simbol kuat ukhuwah Islamiyah lintas negara.

“Bantuan ini tidak hanya bernilai materi, tetapi juga melihat kebersamaan dan solidaritas antarumat Muslim. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Selain 2.000 paket iftar harian di lingkungan kampus, program Ramadan tahun ini juga menjangkau masyarakat luas. Sebanyak 1.000 paket per hari disalurkan selama tiga hari di Masjid Raya Baiturrahman, serta 500 paket per hari selama tiga hari di Dayah Mahyal Ulum Sibreh.

Kebijakan ini dinilai sebagai pendekatan inklusif yang memastikan seluruh unsur kampus merasakan keberkahan Ramadan secara bersama.

Rektor juga menegaskan bahwa kegiatan iftar jama’i di Auditorium Prof. Ali Hasjmy terbuka untuk umum, khususnya masyarakat di kawasan Darussalam yang membutuhkan tempat berbuka puasa.

“Siapa saja yang berada di sekitar kampus dan tidak memiliki tempat berbuka puasa, kami persilakan untuk bergabung. Ini adalah ruang kebersamaan,” katanya.

Perwakilan Mohamed Bin Zayed University for Humanities, Mohamed Alnaqbi, menegaskan bahwa program Ramadan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan.

“Program ini mencakup tiga agenda utama, yaitu bantuan paket sembako, distribusi daging meugang, dan penyelenggaraan iftar Ramadan di sejumlah titik di Indonesia, termasuk Aceh. Kami ingin memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Terkait program iftar, ia menyebutkan bahwa pelaksanaannya di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjadi salah satu pusat kegiatan utama di Aceh.

“Kami melihat kampus sebagai pusat peradaban dan pendidikan. Ketika ribuan mahasiswa dan masyarakat bisa berbuka puasa bersama setiap hari, di situ terbangun rasa persaudaraan yang kuat,” ungkapnya.

Alnaqbi menilai, program tersebut memiliki dampak nyata, terutama bagi mahasiswa yang terdampak banjir di Aceh.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ribuan mahasiswa terdampak bencana. Karena itu, program iftar ini kami harapkan dapat membantu meringankan beban mereka, baik secara ekonomi maupun moral,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI