Jum`at, 11 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Solidaritas untuk Korban Gempa NTT, Dinas Pendidikan Aceh Kumpulkan Donasi Rp1 Miliar

Solidaritas untuk Korban Gempa NTT, Dinas Pendidikan Aceh Kumpulkan Donasi Rp1 Miliar

Jum`at, 11 September 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan penggalangan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus solidaritas warga pendidikan Aceh terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana. [Foto: Naufal Habibi/dok. dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Solidaritas masyarakat Aceh terhadap korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 15.00 WIB, donasi yang dihimpun keluarga besar Dinas Pendidikan Aceh mencapai Rp1.012.831.964.

Donasi tersebut dikumpulkan dari seluruh jajaran di bawah Dinas Pendidikan Aceh, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan penggalangan donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus solidaritas warga pendidikan Aceh terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Ia mengatakan meskipun Aceh juga tengah menghadapi berbagai persoalan akibat bencana, rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama tetap harus dijaga.

"Sekalipun Aceh sedang dilanda bencana, namun solidaritas dan rasa persaudaraan tetap terjalin. Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa rasa toleransi sesama itu ada dan lestari dalam tradisi masyarakat Indonesia," kata Murthalamuddin.

Ia menuturkan, sumbangsih yang diberikan keluarga besar Dinas Pendidikan Aceh tidak semata-mata dinilai dari jumlah nominalnya. Lebih dari itu, aksi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa simpati, kepedulian, dan semangat gotong royong di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Melalui sumbangsih ini, kami ingin menghidupkan rasa simpati dan gotong royong dalam membantu sesama," ungkap Murthala.

Murthalamuddin menambahkan, keterlibatan siswa dalam penggalangan bantuan juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Para peserta didik tidak hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga diajak memahami nilai kemanusiaan melalui aksi nyata.

"Ini adalah bagian dari pembelajaran kehidupan. Anak-anak kita belajar bahwa ketika saudara kita mengalami musibah, kita hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki," ujarnya.

Aksi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keluarga besar Dinas Pendidikan Aceh memiliki kepedulian terhadap masyarakat di luar Aceh yang sedang menghadapi bencana.

Melalui gerakan “Pray for NTT”, jajaran pendidikan Aceh berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban dan menjadi wujud nyata persaudaraan antarsesama anak bangsa.[*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI