DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Gampong Jeulingke resmi melantik Mirza Nanda sebagai Kepala Dusun (Kadus) Rawa Sakti dalam sebuah prosesi di Masjid Jamik Al Wustha, Jumat 3 April 2026.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di Dusun Rawa Sakti, setelah Mirza Nanda unggul dalam proses seleksi dengan nilai akhir 235,6, mengalahkan kandidat lainnya, Fandi Bachtiar yang memperoleh nilai 231.
Keuchik Gampong Jeulingke H. Zulhah Hanafiah, S.Kom dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan kepala dusun bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Ini bukan jabatan untuk kehormatan, tapi amanah. Pemimpin harus hadir, mendengar, dan melayani masyarakat,” kata Keuchik Zulhah kepada Dialeksis.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala dusun sebelumnya atas kontribusi dalam membangun Dusun Rawa Sakti menjadi lingkungan yang lebih aman dan harmonis.
Menurutnya, kepemimpinan baru diharapkan mampu melanjutkan program yang telah berjalan, sekaligus menghadirkan inovasi untuk mendorong kemajuan dusun.
Keuchik menekankan pentingnya kepemimpinan yang rendah hati, jujur, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Ia juga meminta kepala dusun untuk aktif melaporkan kondisi wilayah dan cepat menangani persoalan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara kepala dusun dan Tuha Peut dalam menyelesaikan masalah di tingkat lokal. Jika tidak terselesaikan di dusun, persoalan akan dimediasi di tingkat gampong.
“Kadus adalah ujung tombak pelayanan. Kalau bekerja baik, masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.
Pemerintah gampong juga menekankan agar pembangunan dusun dilakukan secara berkelanjutan, baik dalam bentuk pembangunan fisik maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan publik serta menjaga kekompakan dan kerukunan masyarakat di Dusun Rawa Sakti,” tutup Zulhah.