DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara sejak 5 Juni 2026 karena kendala teknis terkait data operasional.
Informasi tersebut sebelumnya beredar dalam bentuk pamflet atau gambar yang mengatasnamakan BGN. Dalam keterangan resminya pada Senin (8/6/2026), BGN menegaskan bahwa informasi itu tidak benar dan bukan pengumuman resmi lembaga.
“BGN menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar atau hoaks, dan bukan merupakan pengumuman resmi Badan Gizi Nasional,” demikian keterangan BGN melalui kanal resminya.
BGN juga menjelaskan, proses pencairan anggaran MBG tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Hingga saat ini, BGN menyatakan tidak terdapat kendala yang menghambat pelaksanaan program di lapangan.
Layanan Program Makan Bergizi Gratis, menurut BGN, tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Isu tersebut turut mendapat respons dari Ketua Gabungan Pengusaha Dapur Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Aceh, Muhammad Mada atau akrab disapa Cek Mada. Ia menegaskan bahwa kabar penghentian program MBG tidak benar dan meminta seluruh pihak tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya.
“Isu penghentian MBG tidak benar dan itu semua adalah hoaks,” ujar Cek Mada.
Menurutnya, dapur-dapur penyedia makanan bergizi di daerah harus tetap berjalan normal seperti biasa. Ia menilai isu semacam itu berpotensi mengganggu konsentrasi pelaksana program di lapangan, terutama para pengelola dapur yang selama ini menjadi bagian penting dalam distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Semoga dapur berjalan normal seperti biasa,” katanya.
Cek Mada menduga, isu penghentian MBG sengaja diembuskan oleh pihak tertentu yang tidak ingin program strategis pemerintah berjalan lancar. Ia menyebut informasi keliru seperti itu dapat memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Isu itu sengaja diembus oleh pihak yang ingin membuat chaos di negara baru,” ujarnya.
Ia menilai, pemerintah saat ini sedang bekerja keras menjalankan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat. Selain MBG, sejumlah program lain seperti Koperasi Merah Putih, subsidi bunga KUR, subsidi rumah, dan program pro-rakyat lainnya juga menjadi bagian dari upaya mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Presiden sedang bekerja keras untuk menyejahterakan rakyat melalui program terbaik untuk bangsa, seperti MBG, Koperasi Merah Putih, pemberian subsidi bunga KUR, program subsidi rumah, dan program lain yang pro-rakyat. Tapi ada pihak-pihak yang terganggu dengan hadirnya program unggulan Presiden yang pro-rakyat,” kata Cek Mada.
Cek Mada juga berharap BGN di bawah kepemimpinan baru dapat semakin memperkuat tata kelola program MBG. Ia menyebut, berbagai kekurangan yang selama ini muncul di lapangan perlu segera dibenahi agar pelaksanaan program semakin tertib, transparan, dan tepat sasaran.
“Gapembi Aceh berharap BGN di bawah kepemimpinan Bu Nani dan dua wakil yang telah ditunjuk Presiden pasti akan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang selama ini ada dalam program MBG,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat, pengelola dapur, dan seluruh mitra pelaksana MBG untuk tetap merujuk pada informasi resmi pemerintah. Menurutnya, program sebesar MBG membutuhkan ketenangan, koordinasi, serta dukungan semua pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak dan masyarakat penerima.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya. Semua harus tetap bekerja sesuai aturan dan mendukung program ini berjalan baik,” pungkasnya.