Selasa, 30 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / ASDP Tunggu Hasil Investigasi Insiden KMP Aceh Hebat 2, Korban Tetap Didampingi

ASDP Tunggu Hasil Investigasi Insiden KMP Aceh Hebat 2, Korban Tetap Didampingi

Senin, 29 Juni 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi KMP Aceh Hebat 2 [Foto: Dok. Dishub Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - PT ASDP Indonesia Feri Cabang Banda Aceh menyatakan tetap mendampingi korban dan keluarga terdampak insiden di KMP Aceh Hebat 2. Di saat yang sama, perusahaan juga mendukung penuh proses investigasi yang masih dilakukan oleh tim berwenang.

General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan penyelidikan penyebab insiden masih berlangsung secara menyeluruh. Karena itu, pihaknya memilih menunggu hasil resmi sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik.

"Proses investigasi masih berlangsung dan dilakukan secara menyeluruh oleh tim yang berwenang. Kami menghormati proses tersebut dan menunggu hasil resmi yang nantinya akan menjadi dasar dalam mengambil langkah-langkah selanjutnya," kata Andri dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, ASDP berkomitmen memberikan dukungan penuh agar proses investigasi berjalan secara transparan dan objektif. Hasil penyelidikan nantinya juga akan menjadi acuan perusahaan untuk melakukan evaluasi internal demi memperkuat aspek keselamatan operasional.

Selain itu, ASDP saat ini memprioritaskan pendampingan terhadap para korban beserta keluarganya. Perusahaan juga memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman, nyaman, dan optimal bagi masyarakat.

"Pihak terdampak menjadi perhatian utama kami. Kami juga terus berupaya memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, sembari menjaga layanan penyeberangan agar tetap aman, nyaman, dan optimal bagi masyarakat," ujarnya.

ASDP turut mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden dan menunggu hasil investigasi resmi dari pihak yang berwenang.

Diketahui, insiden di KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada Jumat (12/6/2026) saat 14 taruna Politeknik Pelayaran bersama seorang Kepala Kamar Mesin (KKM) menjalani praktik kerja di ruang mesin kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Peristiwa tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar dan menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Hingga kini, dua taruna dilaporkan meninggal dunia, yakni Fahri Herdi Eko asal Medan, Sumatra Utara, dan Muhammad Bilal Ramzi asal Sabang. Sementara korban lainnya masih menjalani proses pemulihan.

ASDP menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait selama proses investigasi berlangsung. Perusahaan berharap hasil penyelidikan dapat menjadi dasar penguatan sistem keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes