DIALEKSIS.COM | Jakarta - Industri pengolahan kakao Indonesia tancap gas. Volume pengolahan atau grinding kakao nasional melonjak 30,1% pada kuartal II 2026 menjadi 110.410 ton, dari sebelumnya 84.844 ton pada kuartal I 2026.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Salah satu subsektor yang menjadi perhatian adalah pengolahan kakao. Pemerintah mencatat kapasitas grinding dalam negeri mulai terdorong seiring meningkatnya pasokan biji kakao domestik sejak awal 2025. Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, volume grinding kakao nasional tumbuh 4,43% menjadi 422.176 ton, dengan kontribusi devisa mencapai US$3,42 miliar.