DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Nama Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd. mencuat sebagai salah satu kandidat terkuat dalam pemilihan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) periode 2026 - 2030. Akademisi senior ini berhasil menembus tiga besar calon rektor yang ditetapkan oleh senat universitas, setelah melewati tahapan penjaringan dan penyaringan di internal kampus.
Masuknya Prof. Nyak Amir dalam bursa calon pimpinan UTU bukan tanpa alasan. Ia dinilai memiliki rekam jejak akademik yang solid, pengalaman panjang di dunia pendidikan tinggi, serta kapasitas kepemimpinan yang telah teruji.
Saat ini, Prof. Nyak Amir aktif sebagai dosen Pendidikan Olahraga di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala. Di luar kampus, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Aceh, yang menunjukkan perannya dalam mendorong kemajuan olahraga daerah.
Lahir di Rawang Itik, Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, pada 25 November 1974, Prof. Nyak Amir berasal dari keluarga pasangan Hj. Baiti dan almarhum H. Muhammad Amin Abdu Latif. Dalam kehidupan pribadi, ia dikenal sebagai sosok keluarga yang harmonis bersama istrinya, Lusi Indrayanti, S.H., serta empat orang anaknya.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari bangku sekolah dasar hingga menengah di Aceh Utara. Ia kemudian melanjutkan studi ke Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi FKIP Universitas Syiah Kuala, dan meraih gelar sarjana pada 1997.
Komitmennya terhadap dunia pendidikan terus berlanjut dengan menempuh pendidikan magister di IKIP Surabaya pada bidang Pendidikan Olahraga yang diselesaikan pada 2001. Tiga tahun berselang, ia berhasil meraih gelar doktor di bidang Ilmu Keolahragaan dari Universitas Negeri Surabaya pada 2004.
Sejak 1999, Prof. Nyak Amir telah mengabdikan diri sebagai dosen di FKIP Universitas Syiah Kuala. Selama lebih dari dua dekade, ia aktif dalam kegiatan akademik, mulai dari pengajaran, penelitian, hingga pembinaan mahasiswa.
Tak hanya di dunia akademik, kontribusinya juga terlihat dalam pengembangan olahraga, khususnya cabang panahan di Aceh. Di bawah kepemimpinannya di Perpani Aceh, berbagai upaya pembinaan atlet terus dilakukan untuk meningkatkan prestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Sejumlah kalangan menilai, kombinasi antara latar belakang akademik, pengalaman organisasi, dan kepemimpinan yang dimiliki Prof. Nyak Amir menjadi modal kuat dalam memimpin UTU ke depan. Terlebih, perguruan tinggi saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan dinamika global, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperkuat daya saing institusi.
Proses pemilihan rektor UTU kini memasuki tahapan berikutnya, yakni penilaian di tingkat kementerian. Tahapan ini akan menjadi penentu sebelum dilakukan penetapan resmi rektor terpilih untuk periode 2026 - 2030.
Hasil akhir nantinya diharapkan mampu menghadirkan sosok pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi strategis dalam membawa Universitas Teuku Umar menjadi kampus yang lebih maju dan berdaya saing.