Rabu, 21 Oktober 2026
Beranda / Sosok Kita / Mengenal Asri, Calon Rektor Unimal dengan Jejak Panjang di Dunia Akademik dan Industri

Mengenal Asri, Calon Rektor Unimal dengan Jejak Panjang di Dunia Akademik dan Industri

Rabu, 21 Oktober 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Dr. Ir. Asri, S.T., M.T., salah satu calon Rektor Unimal periode 2026-2030. [Foto: dok. Unimal]


DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Senat Universitas Malikussaleh (Unimal) telah menetapkan tiga nama calon Rektor Unimal periode 2026-2030. Penetapan berlangsung melalui rapat senat di Kampus Reuleut, Aceh Utara, Selasa, 13 Oktober 2026. Salah satu nama yang berhasil menembus tiga besar adalah Dr. Ir. Asri, S.T., M.T., akademisi Fakultas Teknik yang memiliki pengalaman panjang dalam penelitian, pengelolaan pendidikan tinggi, dan pengembangan kerja sama dengan dunia industri.

Asri memperoleh sembilan suara dalam proses penyaringan calon rektor. Perolehan tersebut mengantarkannya melanjutkan tahapan pemilihan yang akan menentukan kepemimpinan Universitas Malikussaleh untuk empat tahun mendatang.

Di balik pencalonannya, Asri menyimpan perjalanan profesional yang menarik ditelusuri. Ia bukan sosok yang hanya berkutat dengan perkuliahan dan penelitian di laboratorium. Kariernya juga bersentuhan dengan pelayanan akademik, pembinaan mahasiswa, pengelolaan administrasi universitas, hingga pendidikan profesi yang mempertemukan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

Hasil penelusuran digital redaksi Dialeksis terhadap dokumen akademik, arsip resmi Universitas Malikussaleh, publikasi ilmiah, serta dokumentasi kegiatan kelembagaan memperlihatkan perjalanan Asri yang dibangun melalui sejumlah tanggung jawab berbeda.

Jejak tersebut memberikan gambaran mengenai pengalaman dan kontribusi yang dibawanya dalam pencalonan sebagai orang nomor satu di Universitas Malikussaleh.

Dari Bireuen Menekuni Ilmu Kelistrikan

Asri lahir di Bireuen pada 20 Juni 1971. Ketertarikannya terhadap dunia teknik membawanya menempuh pendidikan sarjana Teknik Elektro di Universitas Malikussaleh, perguruan tinggi yang kemudian menjadi tempatnya mengembangkan karier akademik.

Ia melanjutkan pendidikan magister pada bidang Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan menyelesaikannya pada 2006. Dalam dokumen akademik Fakultas Teknik Unimal tahun 2019, Asri tercatat menulis tesis mengenai analisis stabilitas sistem kelistrikan akibat gangguan satu fasa ke tanah pada Gardu Induk Brandan.

Topik tersebut memperlihatkan kedekatannya dengan persoalan ketenagalistrikan, terutama menyangkut stabilitas jaringan, keandalan pasokan energi, dan perlindungan sistem kelistrikan dari gangguan teknis.

Keilmuan itu terus dikembangkannya melalui kegiatan penelitian dan pengajaran di Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh.

Dokumen yang sama juga mencatat Asri telah menyandang jabatan akademik Lektor Kepala. Dalam kegiatan pengajaran, salah satu mata kuliah yang diampunya berkaitan dengan pembangkit daya listrik.

Bagi Asri, persoalan energi bukan semata berkaitan dengan kapasitas pembangkitan. Keberlanjutan pasokan, efisiensi sistem, dan kemampuan teknologi menjawab kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian dari bidang kajian yang ditekuninya. Orientasi tersebut terlihat dari sejumlah penelitian yang dilakukan di Aceh.

Meneliti Energi Mikrohidro untuk Masyarakat

Salah satu rekam akademik Asri yang menarik perhatian adalah keterlibatannya dalam penelitian pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Dalam arsip penelitian yang ditelusuri Dialeksis, namanya tercatat pada kajian optimalisasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Ise-Ise, Takengon, serta penelitian kapasitas pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Alue Dua, Aceh Utara.

Penelitian di Alue Dua dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa Elektrika, Volume 11 Nomor 2, Oktober 2014. Kajian itu berangkat dari persoalan nyata di lapangan. Kapasitas pembangkit listrik tenaga mikrohidro sangat bergantung pada ketersediaan air. Ketika musim berubah, debit air ikut berfluktuasi dan memengaruhi kemampuan generator menghasilkan energi.

Dalam penelitian tersebut, Asri menguji pengaturan aliran air dan beban pembangkit agar kapasitas listrik dapat disesuaikan dengan kondisi sumber daya yang tersedia.

Hasilnya, kapasitas pembangkit dapat mencapai 40 kVA pada musim hujan ketika bukaan katup air berada pada posisi penuh. Pada musim kemarau, kapasitas yang diperoleh turun menjadi 12 kVA dengan pengaturan bukaan katup sebesar 30 persen.

Penelitian itu juga mencatat perbedaan debit air yang cukup tajam, yakni 117 liter per detik pada musim hujan dan sekitar 36 liter per detik pada musim kemarau.

Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya penyesuaian teknologi terhadap kondisi alam untuk menjaga keberlangsungan pembangkitan energi.

Penelitian yang dipublikasikan Asri memberi gambaran bagaimana pendekatan ilmu teknik dapat digunakan untuk menjawab persoalan kelistrikan di daerah.

Pengembangan energi skala kecil memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan pasokan listrik. Namun, kajian tersebut menyediakan dasar teknis yang dapat digunakan untuk perencanaan dan pengembangan pembangkit sesuai kemampuan sumber daya setempat.

Pengalaman penelitian itu sekaligus memperlihatkan perhatian Asri terhadap hubungan antara penguasaan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Rekam Akademik yang Terus Berkembang

Aktivitas penelitian Asri tidak berhenti pada pengembangan pembangkit mikrohidro. Penelusuran terhadap pangkalan data Science and Technology Index (SINTA) dan publikasi ilmiah memperlihatkan bahwa ia tetap terlibat dalam kegiatan penelitian kolaboratif pada bidang teknik elektro dan pengembangan teknologi.

Pada 2025, Asri tercatat sebagai salah satu penulis penelitian mengenai sistem proteksi transformator daya berkapasitas 260 MVA di PLTU Pangkalan Susu.

Kajian tersebut membahas penggunaan rele diferensial untuk melindungi transformator dari gangguan internal. Penelitian dilakukan melalui analisis parameter kelistrikan serta simulasi untuk mengevaluasi kinerja sistem proteksi.

Bagi pembangkit dan jaringan tenaga listrik, sistem perlindungan merupakan aspek penting karena gangguan pada transformator berpotensi menghambat operasi dan menimbulkan kerusakan peralatan. Pada tahun yang sama, Asri juga tercatat terlibat dalam publikasi mengenai pengembangan sistem peternakan ayam berbasis Internet of Things.

Keterlibatannya dalam penelitian lintas aplikasi teknologi menunjukkan bahwa kegiatan akademiknya tidak hanya berkaitan dengan pembangkitan energi, tetapi juga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas produktif. Rekam publikasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademiknya bersama sejumlah peneliti dan dosen lainnya.

Dalam lingkungan perguruan tinggi, penelitian merupakan salah satu unsur penting yang menghubungkan kompetensi dosen dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Rekam penelitian Asri memberikan gambaran mengenai bidang keahlian yang ia kembangkan selama menjadi akademisi Universitas Malikussaleh.

Pernah Mengurus Kemahasiswaan hingga Administrasi Universitas

Perjalanan Asri tidak hanya berlangsung di ruang kuliah dan penelitian. Ia pernah dipercaya menjabat Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh. Jabatan tersebut membawanya berhadapan dengan berbagai persoalan mahasiswa, mulai dari pembinaan kegiatan kemahasiswaan hingga koordinasi pelayanan pada tingkat fakultas.

Pengalaman itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan kelembagaannya sebelum memperoleh tanggung jawab yang lebih luas di tingkat universitas.

Pada 14 Juni 2019, Asri dilantik sebagai Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan pada Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi Unimal.

Pelantikan dilakukan dalam rangkaian penataan pejabat struktural Universitas Malikussaleh ketika dipimpin Rektor Herman Fithra. Penugasan tersebut menempatkan Asri dalam pengelolaan administrasi akademik yang melayani kebutuhan universitas secara lebih luas.

Peralihan dari pengelolaan kemahasiswaan tingkat fakultas menuju administrasi universitas menjadi bagian penting dalam rekam kariernya.

Dunia administrasi perguruan tinggi memiliki kompleksitas berbeda dibandingkan kegiatan pengajaran. Selain memahami kebutuhan mahasiswa, pejabat pengelola dituntut menguasai prosedur, koordinasi antarsatuan kerja, dan mekanisme pelayanan akademik.

Pengalaman Asri dalam lingkungan tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal tata kelola universitas dari sisi yang lebih operasional. Dengan demikian, perjalanan kelembagaannya tidak hanya dibangun melalui jabatan akademik, tetapi juga pengalaman menjalankan fungsi administrasi dan pelayanan.

Membangun Jembatan Kampus dengan Industri

Babak lain perjalanan Asri terlihat ketika ia dipercaya mengelola Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Malikussaleh. Sebagai koordinator program studi, Asri terlibat langsung dalam penyelenggaraan pendidikan profesi yang menuntut keterhubungan antara teori akademik dengan praktik keinsinyuran di dunia kerja.

Pada 18 Maret 2025, Asri mendampingi jajaran pimpinan Unimal dalam pertemuan dengan manajemen PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama pendidikan profesi insinyur, termasuk penyediaan kesempatan praktik keinsinyuran dan keterlibatan praktisi industri.

Dalam kesempatan itu, Asri menjelaskan bahwa PSPPI Unimal mengembangkan jalur pendidikan reguler dan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan pelaksanaan masing-masing disesuaikan dengan kesiapan program dan pengalaman peserta.

Upaya membangun kerja sama tersebut memiliki arti penting bagi pengembangan pendidikan teknik.

Aceh Utara dan Lhokseumawe merupakan kawasan yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat aktivitas industri energi dan manufaktur. Keberadaan PT Pupuk Iskandar Muda, fasilitas Arun, serta berbagai perusahaan sektor energi menyediakan lingkungan yang relevan bagi pengembangan pendidikan profesi.

Bagi perguruan tinggi, kedekatan dengan industri membuka peluang mempertemukan mahasiswa dengan persoalan teknis yang sesungguhnya.

Di sinilah kontribusi Asri sebagai pengelola pendidikan profesi mulai terlihat melalui kegiatan yang terdokumentasi.

Pada November 2025, sebanyak 16 mahasiswa angkatan pertama PSPPI Unimal mengikuti praktik keinsinyuran di PT Pupuk Iskandar Muda. Peserta lainnya diarahkan menjalani kegiatan serupa di sejumlah perusahaan mitra sesuai bidang kompetensi. Kerja sama tersebut berlanjut pada 2026.

Pada 4 Juni 2026, sebanyak 13 mahasiswa angkatan kedua mengikuti kegiatan pengenalan dan persiapan magang di PT PIM. Enam peserta lainnya direncanakan menjalani praktik di PT Perta Arun Gas, sedangkan enam peserta berikutnya dijadwalkan mengikuti kegiatan serupa di PT PLN.

Secara keseluruhan, angkatan kedua PSPPI Unimal berjumlah 25 peserta. Mereka berasal dari beragam latar belakang, termasuk dosen Unimal, dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe, praktisi industri, dan seorang peserta internasional asal Bangladesh.

Keberagaman peserta tersebut memperlihatkan jangkauan program pendidikan profesi yang tidak terbatas pada satu kelompok akademik.

Pengembangan kerja sama kampus dan industri juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan. Mahasiswa memperoleh pengalaman praktik, sedangkan perusahaan dapat terlibat dalam pengembangan kompetensi calon tenaga profesional.

Asri berada dalam proses tersebut sebagai bagian dari pengelola yang mengoordinasikan penyelenggaraan pendidikan profesi.

Mengantar Lahirnya 30 Insinyur Angkatan Pertama

Salah satu tonggak perjalanan Asri sebagai pengelola PSPPI terjadi pada 28 September 2026. Universitas Malikussaleh mengukuhkan 30 lulusan Program Profesi Insinyur angkatan pertama dalam prosesi pengambilan sumpah profesi di Auditorium Fakultas Teknik, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe.

Dari jumlah tersebut, enam lulusan merupakan perempuan. Pengukuhan ini menandai keberhasilan penyelenggaraan angkatan pertama program pendidikan profesi insinyur Unimal.

Menurut keterangan Asri dalam publikasi resmi universitas, angkatan pertama sebelumnya diikuti sekitar 40 mahasiswa. Sebanyak 30 peserta dinyatakan lulus setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan, tugas akademik, dan praktik keinsinyuran.

Asri memandang pengalaman industri sebagai bagian penting dari pendidikan profesi karena mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus berhadapan langsung dengan persoalan teknis di lapangan.

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan pendidikan yang ingin dikembangkan melalui program profesi insinyur. Tentu, pengukuhan para lulusan merupakan hasil kerja bersama pimpinan universitas, fakultas, dosen, pembimbing, tenaga kependidikan, serta mitra industri.

Namun, tanggung jawab Asri sebagai koordinator program studi menempatkannya dalam proses pengelolaan yang ikut mengantarkan program tersebut menghasilkan lulusan pertamanya.

Pengalaman ini melengkapi rekam perjalanan seorang akademisi yang sebelumnya bergerak dalam penelitian, pembinaan mahasiswa, dan pelayanan administrasi universitas. Dari pengelolaan program pendidikan profesi, Asri memperoleh pengalaman bekerja dengan berbagai unsur, mulai dari pimpinan perguruan tinggi hingga praktisi perusahaan.

Dari Pengelola Pendidikan Profesi Menuju Bursa Rektor

Perjalanan tersebut kini membawa Asri memasuki babak baru. Pada 10 September 2026, ia menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh periode 2026–2030. Asri menjadi pendaftar terakhir sebelum panitia menutup masa penjaringan.

Satu bulan kemudian, namanya berhasil masuk dalam tiga besar calon rektor melalui penyaringan Senat Unimal. Hasil penelusuran digital Dialeksis memperlihatkan setidaknya tiga bidang pengalaman penting dalam perjalanan Asri.

Pertama, pengalaman akademik dan penelitian di bidang teknik elektro, khususnya energi dan sistem kelistrikan. Kedua, pengalaman dalam pengelolaan kemahasiswaan dan administrasi universitas. Ketiga, pengalaman mengembangkan pendidikan profesi melalui kolaborasi dengan industri.

Ketiga bidang tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan profesional Asri dalam lingkungan Universitas Malikussaleh. Meski demikian, kepemimpinan universitas menghadirkan tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan pengelolaan satu program studi maupun unit administrasi.

Seorang rektor dituntut menyatukan berbagai disiplin keilmuan, menjaga mutu akademik, meningkatkan kualitas penelitian, mengembangkan sumber daya manusia, serta memastikan pengelolaan universitas berlangsung secara transparan dan akuntabel.

Pengalaman pada dunia teknik dan industri juga perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang memberi manfaat bagi seluruh fakultas, termasuk bidang sosial, hukum, ekonomi, pertanian, kedokteran, dan ilmu pendidikan.

Bagi Asri, pencalonan sebagai rektor membuka kesempatan untuk menjelaskan bagaimana pengalaman yang telah diperolehnya dapat menjadi dasar pengembangan universitas.

Menatap Masa Depan Unimal

Universitas Malikussaleh menghadapi tantangan yang terus berkembang. Perubahan teknologi, kebutuhan peningkatan kualitas lulusan, persaingan penelitian, dan tuntutan kerja sama internasional memerlukan kemampuan pengelolaan yang semakin adaptif.

Pada saat yang sama, kampus juga mempunyai tanggung jawab sosial yang besar terhadap pembangunan Aceh. Keberadaan Unimal di kawasan Aceh Utara dan Lhokseumawe memberikan peluang mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat serta aktivitas industri di sekitarnya.

Penguatan energi terbarukan, inovasi teknologi, peningkatan keterampilan tenaga profesional, dan pengembangan riset terapan merupakan sebagian bidang yang dapat menjadi ruang kontribusi perguruan tinggi.

Rekam akademik dan pengalaman kelembagaan Asri memperlihatkan persinggungannya dengan sejumlah kebutuhan tersebut.

Dari penelitian mikrohidro di Alue Dua hingga keterlibatan dalam pendidikan profesi insinyur, perjalanan Asri menunjukkan bagaimana aktivitas seorang dosen dapat berkembang melampaui ruang perkuliahan.

Ia memiliki pengalaman mengelola kebutuhan mahasiswa, berurusan dengan administrasi akademik, serta membangun komunikasi antara perguruan tinggi dan lingkungan industri.

Seluruh pengalaman itu kini menjadi bagian dari rekam jejak yang dapat dinilai dalam tahapan pemilihan Rektor Unimal.

Berdasarkan jadwal resmi panitia, pemeriksaan rekam jejak calon rektor berlangsung pada 19 Oktober hingga 19 November 2026. Pemilihan dijadwalkan pada 24 November 2026, sedangkan pelantikan rektor baru direncanakan berlangsung pada Desember sesuai keputusan kementerian.

Di tengah proses tersebut, perjalanan Asri menawarkan satu gambaran mengenai akademisi yang meniti karier melalui penelitian, pelayanan kelembagaan, dan pengembangan pendidikan profesi.

Dari laboratorium teknik, ruang administrasi, hingga lingkungan industri, jejak panjang itu kini membawanya menuju salah satu tahapan penting dalam pengabdian akademiknya: pencalonan sebagai Rektor Universitas Malikussaleh. [red]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI