DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Museum Aceh kembali melaksanakan kegiatan perawatan dan pemeliharaan ruang pamer “Aroma Rempah, Jejak Sejarah Aceh” yang berada di lantai 1 Gedung Pameran Tetap, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas ruang pamer sekaligus mempertahankan kenyamanan pengunjung saat menikmati koleksi dan narasi sejarah rempah Aceh.
Sebelumnya, perawatan serupa juga telah dilakukan pada 10 Oktober 2025. Pemeliharaan berkala ini meliputi pembersihan area display, pengecekan instalasi pencahayaan, penataan ulang beberapa elemen pamer, pembersihan media informasi, serta pemeriksaan kondisi ruangan untuk menjaga kelembapan dan kebersihan koleksi pendukung.
Kepala Seksi Preparasi dan Konservasi Erni Magdalena mengatakan bahwa perawatan rutin menjadi bagian penting dalam pengelolaan museum modern, terutama pada ruang pamer tematik yang banyak dikunjungi masyarakat dan pelajar.
“Perawatan dilakukan secara berkala agar ruang pamer tetap nyaman, informatif, dan mampu menghadirkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. Selain menjaga kebersihan dan estetika ruang, kami juga memastikan setiap elemen pamer tetap dalam kondisi baik,” ujar Erni Magdalena.
Ruang “Aroma Rempah, Jejak Sejarah Aceh” sendiri menghadirkan narasi mengenai kejayaan Aceh dalam jalur perdagangan rempah dunia, termasuk peran strategis Aceh sebagai pusat perdagangan internasional pada masa lampau.
Ruang ini menjadi salah satu daya tarik edukatif di Gedung Pameran Tetap Museum Aceh bagi pengunjung yang ingin mengenal sejarah, budaya, dan hubungan Aceh dengan perdagangan global. [*]