Sabtu, 12 September 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Geger! Anggota DPRA Nazaruddin Dilaporkan ke Polda Aceh atas Dugaan Penganiayaan di Sabang

Geger! Anggota DPRA Nazaruddin Dilaporkan ke Polda Aceh atas Dugaan Penganiayaan di Sabang

Sabtu, 12 September 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Pengacara dari Malahayati melaporkan anggota DPRA Nazaruddin ke Polda Aceh. [Foto: Dokumen pengacara]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perselisihan yang terjadi di salah satu tempat makan di Kota Sabang berujung ke ranah hukum. Seorang warga Sabang, Malahayati (42), melaporkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Nazaruddin alias Tgk Agam ke Polda Aceh atas dugaan penganiayaan.

Laporan tersebut dibuat Malahayati melalui kuasa hukumnya, Zulkifli, pada Kamis (10/9/2026). Laporan itu diterima SPKT Polda Aceh dengan nomor STTLP/B/269/IX/2026/SPKT/POLDA ACEH.

Zulkifli mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada kepolisian, termasuk hasil pemeriksaan medis terhadap Malahayati.

“Bukti ada visum dan lain-lain. Polda menerima laporan ini,” kata Zulkifli, Kamis malam.

Menurut Zulkifli, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 19.50 WIB di kawasan Warung Seafood Sabang Meurauke, Jalan Diponegoro, Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam laporan, Malahayati saat itu sedang bersama suami dan anaknya di tempat tersebut. Nazaruddin kemudian berada di sekitar lokasi dan terjadi perselisihan yang berawal dari percakapan mengenai komentar di grup Facebook “Aneuk Sabang”.

Suami Malahayati, Faisal, mengatakan suasana awalnya berlangsung biasa. Ia bersama istri dan anaknya bahkan sempat menyapa Nazaruddin yang datang ke lokasi untuk menggunakan ATM Bank Aceh yang berada di sekitar tempat tersebut.

“Sebelum masuk ke ATM ada kami tegur, beliau masuk terus. Selesai keluar kami tegur lagi, salaman, ketawa-ketawa dia sama saya pertama,” kata Faisal.

Menurut Faisal, situasi kemudian berubah setelah pembicaraan menyinggung komentar di grup Facebook tersebut. Ia menyebut istrinya sebelumnya membalas komentar warganet yang menggunakan sebutan “si Gam”.

Faisal mengatakan, Nazaruddin diduga menganggap sebutan tersebut ditujukan kepadanya. Meski telah dijelaskan bahwa komentar tersebut tidak bermaksud demikian, perdebatan kemudian terjadi hingga berujung pada kontak fisik.

“Diludahin istri saya sama dia, dibalas sama istri saya, marah lagi dia, ditampar lah istri saya sama dia,” ujar Faisal.

Dalam laporan yang dibuat ke polisi, Malahayati mengaku mendapat tamparan pada bagian wajah dan pukulan pada lengan kanan. Ia juga menyebut dirinya diludahi sebanyak dua kali.

Faisal juga mengklaim perselisihan sempat menyinggung persoalan keluarga, termasuk mendiang ayah Malahayati. Ia mengatakan upaya untuk melerai dilakukan dengan membawa istrinya menjauh dari lokasi, namun cekcok kembali terjadi.

Setelah kejadian, Malahayati dibawa ke IGD RSUD Kota Sabang karena mengeluhkan sakit pada bagian wajah, kepala, punggung dan lengan kanan. Ia kemudian menjalani pemeriksaan medis untuk keperluan visum.

Zulkifli mengatakan hasil pemeriksaan medis tersebut menjadi salah satu barang bukti yang diserahkan kepada kepolisian.

Di sisi lain, Nazaruddin sebelumnya membantah tudingan telah melakukan pemukulan terhadap Malahayati. Ia mengatakan tidak pernah memukul perempuan tersebut.

Nazaruddin menjelaskan, dirinya datang ke lokasi untuk menemui seseorang dan terlebih dahulu menggunakan ATM Bank Aceh. Menurutnya, situasi kemudian memanas setelah pembicaraan mengenai komentar di grup Facebook “Aneuk Sabang”.

Terkait tudingan meludahi Malahayati, Nazaruddin memberikan penjelasan berbeda. Ia mengatakan saat itu sedang batuk sehingga kemungkinan percikan air liur dianggap sebagai tindakan meludah.

“Kebetulan saya batuk, mungkin ada kecipratan air liur dan itu dianggap meludah,” ujarnya dalam pemberitaan sebelumnya dikutip dari Bithe.co

Nazaruddin juga mengaku berusaha menghindari kontak fisik saat perselisihan berlangsung. Keterangan tersebut diperkuat Hendra Handyan yang mengaku berada di lokasi kejadian. Hendra mengatakan dirinya tidak melihat Nazaruddin melakukan pemukulan terhadap Malahayati.

Menurut Hendra, Nazaruddin justru berusaha menjauh ketika sejumlah orang berupaya menghentikan pertengkaran.

Persoalan kemudian kembali mencuat setelah video yang disebut merekam kejadian tersebut beredar. Kuasa hukum Malahayati, Zulkifli, mempertanyakan asal-usul rekaman yang beredar di masyarakat.

Ia menduga rekaman tersebut berasal dari kamera CCTV Bank Aceh yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban dan melaporkan orang-orang itu karena itu kewenangan penyidik untuk menyita dan memperolehnya,” kata Zulkifli.

Menurut Zulkifli, pihaknya meminta kepolisian menelusuri bagaimana rekaman tersebut diperoleh hingga kemudian tersebar. “Pertanyaannya, dari mana diperoleh itu. Jadi harus diusut tuntas dari Polda Aceh dan kami akan membawa ini ke TKD DPRA,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polda Aceh mengenai hasil penyelidikan maupun status hukum Nazaruddin dalam perkara tersebut. Kedua pihak masih memberikan keterangan berbeda terkait peristiwa yang terjadi di Kota Sabang. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI