DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banda Aceh usai Pemerintah Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait distribusi dan pengendalian bahan bakar minyak (BBM), Kamis (30/7/2026).
Jika sepekan sebelumnya antrean kendaraan pengisi solar mengular hingga ke badan jalan dan menyebabkan kemacetan, kondisi tersebut tidak lagi terlihat pada Kamis malam.
Perubahan paling mencolok tampak di SPBU Lambhuk yang menjadi salah satu lokasi sidak Pemerintah Aceh. Berdasarkan pantauan Dialeksis, suasana di SPBU tersebut terlihat jauh lebih lengang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Pada Kamis malam, 30 Juli 2026, hanya beberapa kendaraan roda empat yang terlihat mengisi BBM jenis Pertalite. Sementara antrean kendaraan untuk mendapatkan solar yang sebelumnya memadati area SPBU tidak lagi terlihat.
Menurut keterangan petugas SPBU setempat, pasokan solar sebenarnya telah masuk sejak pagi hari dan didistribusikan seperti biasa kepada konsumen.
Namun, berbeda dengan kondisi beberapa hari sebelumnya, tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun antrean panjang kendaraan pengangkut barang dan angkutan umum yang biasanya menunggu giliran mengisi solar.
“Solar sudah masuk sejak pagi. Tapi sejak pukul 3 sore tadi, solar sudah habis,” ujar seorang petugas SPBU.
Meski stok solar telah habis pada sore hari, kondisi di sekitar SPBU tetap terlihat normal tanpa adanya antrean kendaraan yang menunggu kedatangan pasokan baru.
Situasi serupa juga terlihat di SPBU Kuta Alam. Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pengisian BBM berlangsung normal dengan jumlah kendaraan yang relatif sedikit.
Bahkan, hanya satu unit kendaraan roda empat yang terlihat sedang mengisi Pertalite saat pemantauan dilakukan. Tidak tampak antrean kendaraan pengisi solar seperti yang sempat menjadi pemandangan sehari-hari dalam sepekan terakhir.
Sebelumnya, antrean kendaraan pengisi solar di sejumlah SPBU Banda Aceh sempat menjadi sorotan karena memanjang hingga ke badan jalan dan menyebabkan gangguan arus lalu lintas.
Tak ingin kondisi tersebut berlangsung lama, Pemerintah Aceh (Dinas ESDM, Disperindag Aceh, dan Biro Perekonomian Setda Aceh) bersama Polda Aceh langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan Sidak pada Kamis, 30 Juli 2029. Langkah ini dilaksanakan guna memantau distribusi BBM serta mencari penyebab antrean panjang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. [arn]