Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Sebulan Pascabencana, Gubernur Aceh Pastikan Masuk Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Sebulan Pascabencana, Gubernur Aceh Pastikan Masuk Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Minggu, 28 Desember 2025 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem. [Foto: Tangkapan layar dari akun Instagram Humas Pemerintah Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dalam rangka satu bulan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Pemerintah Aceh memastikan penanganan darurat berangsur beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat menjawab pertanyaan jurnalis mengenai perkembangan penanganan bencana di Bandara Malikussaleh, Aceh.

Pernyataan Gubernur Aceh itu dilansir Dialeksis.com pada Minggu (28/12/2025), dari akun Instagram resmi Humas Pemerintah Aceh, yang merekam dialog singkat namun sarat informasi terkait langkah-langkah lanjutan pemerintah dalam memulihkan daerah terdampak.

“Alhamdulillah, kita baru mau masuk ke tahap yang ketiga, yakni rehabilitasi dan rekonstruksi. Baik rumah maupun jalan dari daerah-daerah yang terdampak banjir bandang,” ujar Muzakir Manaf.

Menurutnya, fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada infrastruktur utama, tetapi juga jalan-jalan penghubung antar-kampung yang terdampak cukup parah.

Ia mengakui, masih terdapat beberapa ruas jalan lintas gampong yang belum sepenuhnya pulih, meskipun akses utama secara bertahap mulai tersambung kembali.

“Bukan jalan nasional, tapi jalan lintas kampung. Memang masih ada yang belum terhubung, seperti di wilayah Sawang. Tapi itu bukan berarti tidak ditangani, semuanya menyusul,” jelasnya.

Gubernur Aceh menambahkan, sebagian akses sebenarnya telah ada sejak awal penanganan darurat, namun jumlah dan kualitasnya masih terbatas.

Seiring masuknya fase rehabilitasi, pemerintah akan mempercepat pembangunan dan perbaikan akses tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Selain infrastruktur, perhatian pemerintah juga diarahkan pada distribusi bantuan logistik. Muzakir Manaf memastikan, seluruh barang bantuan yang masih tersedia terus didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Barang-barang yang ada dan masih tersedia, kita langsung agih-agihkan ke mana yang perlu,” katanya.

Terkait kondisi para pengungsi, Gubernur Aceh menegaskan bahwa kebutuhan dasar saat ini relatif tercukupi. Bahkan, memasuki bulan puasa, pemerintah memastikan tidak ada kekurangan signifikan di lokasi-lokasi pengungsian.

“Untuk kebutuhan pengungsi, Alhamdulillah mencukupi. Ini sudah sampai puasa,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa penanganan bencana berskala besar membutuhkan waktu dan koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, berbagai tingkatan pemerintahan kini semakin intensif mengambil peran dalam fase lanjutan penanganan pascabencana.

“Sebenarnya ini baru, pemerintah-pemerintah baru ambil tindakan secara menyeluruh,” ucapnya.

Untuk sementara, Pemerintah Aceh masih memfokuskan bantuan hunian berupa tenda keluarga bagi korban yang rumahnya rusak berat. Sementara itu, pembangunan rumah sementara dan perencanaan hunian permanen mulai disiapkan secara bertahap.

“Buat sementara ini kita bagikan kemah-kemah untuk keluarga. Rumah-rumahnya sedang kita proses, pemerintah juga menyiapkan perubahan sementara,” jelas Muzakir Manaf.

Saat ditanya mengenai target waktu penyelesaian, Gubernur Aceh menyampaikan bahwa proses rehabilitasi telah dimulai dan akan terus berlanjut di seluruh wilayah terdampak, termasuk daerah yang sejak awal mengalami kerusakan parah.

“Sekarang sudah mulai. Di semua wilayah, apalagi yang terdampak berat sejak awal, dari daerah pedalaman hingga Aceh Timur,” katanya.

Muzakir Manaf optimistis bahwa memasuki tahun depan, hasil nyata dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi sudah dapat dirasakan masyarakat. Bahkan, sebagian pekerjaan ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat.

“Insyaallah sudah mulai. Tahun depan sudah terlihat, bahkan akhir tahun ini, tinggal beberapa hari lagi. Kita bersabar,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat.

“Insyaallah kita akan menyusul apa yang Jakarta lakukan, agar pemulihan Aceh berjalan seiring dan berkelanjutan,” pungkas Gubernur Aceh. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI