Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama PSN Wiraraja GESEIP dengan Perusahaan AS

Prabowo Saksikan Penandatanganan Kerja Sama PSN Wiraraja GESEIP dengan Perusahaan AS

Kamis, 19 Februari 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Prabowo dalam acara Business Summit di Gedung US Chamber of Commerce (USCC), Washington DC, Amerika Serikat. Foto:  AntaraNews


DIALEKSIS.COM | Batam - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan sejumlah perjanjian bisnis strategis antara Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, dengan sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat.

Kerja sama ini menjadi babak baru kolaborasi industri berteknologi tinggi dan pengembangan energi berkelanjutan antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam sektor hilirisasi berbasis energi hijau dan semikonduktor.

Penandatanganan dilakukan antara PT Galang Bumi Industri selaku pengelola PSN Wiraraja GESEIP dengan mitra strategis asal AS, yakni Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation. Perjanjian Pengembangan Bersama (Joint Development Agreement) tersebut resmi diteken pada 18 Februari 2026, termasuk perjanjian lanjutan dengan Tynergy Technology Corp.

Direktur Utama PT Galang Bumi Industri, Ahmad Maruf Maulana, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor di Indonesia.

“Ekosistem yang dibangun dalam PSN Wiraraja GESEIP ini mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan solar cell,” ujar Ahmad, Kamis (19/2/2026).

Melalui Tynergy Group of Companies yang akan beroperasi di Indonesia melalui PT Tynergy Technology Group, pengembangan ekosistem hilirisasi dilakukan secara terintegrasi. Proses tersebut meliputi pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia serta pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia.

Pada tahap awal, nilai investasi yang digelontorkan mencapai USD 4,9 miliar. Jika fase pertama berjalan sukses, tambahan investasi sebesar USD 26,7 miliar akan direalisasikan untuk memproduksi ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi guna melengkapi siklus produksi semikonduktor secara menyeluruh di dalam negeri.

Dalam dokumen perjanjian disebutkan, kerja sama mencakup investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur di Galang, perluasan proyek energi terbarukan, pengembangan tenaga kerja, serta riset dan pengembangan teknologi mutakhir.

Secara khusus, investasi awal Tynergy Technology Corp ditargetkan hingga USD 250 juta untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang, dengan proyeksi penciptaan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil.

Untuk menjamin pasokan energi kawasan industri, Tynergy Group juga akan membentuk PT Energy Tech Indonesia guna membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion dengan kapasitas hingga 150 MW energi berkelanjutan.

Proyek ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan, sekaligus mendorong transformasi kawasan Galang menjadi pusat industri hijau dan teknologi tinggi di Asia Tenggara.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI