DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan memperluas akses layanan kesehatan mata melalui kolaborasi internasional dengan Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab.
Lewat dukungan hibah sebesar 294.222 dirham, program ini menargetkan operasi katarak gratis bagi 500 warga di berbagai wilayah yang selama ini terkendala akses layanan medis.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menekan angka gangguan penglihatan yang masih cukup tinggi di Indonesia.
“Kami ingin memastikan layanan kesehatan mata bisa diakses hingga ke daerah terpencil, termasuk melalui penguatan kemitraan global,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima pada SAbtu (25/4/2026).
Ia menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan integrasi layanan berbasis teknologi untuk memperluas jangkauan pemeriksaan. Sistem konsultasi jarak jauh diharapkan mampu mempercepat diagnosis awal, sekaligus menghubungkan pasien di daerah dengan dokter spesialis di rumah sakit rujukan.
Program ini difokuskan pada wilayah dengan keterbatasan akses tenaga medis spesialis, salah satunya di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Pelaksanaan operasi dilakukan secara bertahap melalui proses skrining ketat, mulai dari identifikasi pasien di lapangan hingga pemeriksaan medis lanjutan oleh tim dokter spesialis.
Menurut data Kemenkes, dari sekitar 21 juta warga yang telah menjalani skrining kesehatan, hampir setengahnya terindikasi memiliki gangguan penglihatan, dan sebagian memerlukan penanganan lanjutan seperti operasi katarak. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat intervensi layanan kesehatan mata berbasis kolaborasi.
Selain di Kalimantan Tengah, program ini juga menyasar wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat pemulihan kualitas penglihatan masyarakat, sekaligus mendorong produktivitas warga yang sebelumnya terganggu akibat katarak. [in]