Selasa, 13 Oktober 2026
Beranda / Pemerintahan / Lima UMKM Aceh Terpilih di Jawara Lokal J&T Express 2026

Lima UMKM Aceh Terpilih di Jawara Lokal J&T Express 2026

Senin, 12 Oktober 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Penyerahan dukungan program Jawara Lokal J&T Express 2026 kepada lima pelaku UMKM asal Aceh di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Banda Aceh, Senin (12/10/2026). Masing-masing UMKM menerima dana pengembangan usaha Rp15 juta, serta dukungan promosi, diskon ongkos kirim, dan pendampingan logistik untuk memperluas jangkauan pasar. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Lima pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Aceh memperoleh dukungan pengembangan usaha melalui program Jawara Lokal J&T Express 2026. 

Program Jawara Lokal merupakan program kolaborasi antara Kementerian UMKM RI dan perusahaan ekspedisi J&T Express untuk memperkuat UMKM di Indonesia. 

Masing-masing penerima mendapatkan dana sebesar Rp15 juta, disertai fasilitas promosi, potongan ongkos kirim, dan pendampingan logistik untuk memperluas pemasaran produk.

Kelima UMKM tersebut adalah Madu Bang Unoe dari Lhokseumawe, Udeung’du dari Banda Aceh, Keunebah Endatu dari Pidie Jaya yang memproduksi asam jawa pedas manis, Dapu Meutakeh Sie Ruboh dari Aceh Besar, serta Keumamah Cut Kak dari Banda Aceh.

Mereka berhasil melewati proses kurasi dari lebih 100 peserta. Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal, terutama dalam meningkatkan daya saing produk dan memperluas jangkauan konsumen.

Penyerahan dukungan tersebut berlangsung di Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

Manager Public Affairs J&T Express, Adriansyah Halim, mengatakan pengembangan UMKM membutuhkan dukungan yang lebih luas daripada sekadar layanan pengiriman barang. Pelaku usaha juga memerlukan akses promosi, penguatan kapasitas bisnis, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“J&T Express ingin mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung perjalanan UMKM, tidak hanya dari sisi pengiriman, tetapi juga melalui berbagai bentuk dukungan yang membantu para pelaku UMKM berkembang,” kata Adriansyah.

Menurut dia, bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat operasional, dan mengembangkan usaha agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain dana pengembangan sebesar Rp15 juta untuk setiap penerima, J&T Express menyediakan diskon ongkos kirim sebesar 30 persen, promosi produk, serta pendampingan logistik. Dukungan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi pengiriman sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Aceh merupakan wilayah ketiga dari lima wilayah pelaksanaan program Jawara Lokal J&T Express pada 2026. Pelaksanaannya di Aceh juga diarahkan untuk mendukung pemulihan UMKM setelah terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Ari Anindya Hartika, menilai keterlibatan sektor swasta menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, terutama ketika pelaku usaha menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat dan perubahan pola belanja masyarakat menuju platform digital.

Menurut Ari, kemampuan memasarkan produk secara daring harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha dalam mengelola pesanan, menjaga kualitas pelayanan, serta memastikan barang sampai kepada konsumen secara aman dan tepat waktu.

“Dukungan dari mitra logistik yang andal sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal dan meningkatkan kepuasan pelanggan,” ujarnya.

Kementerian UMKM, lanjut Ari, juga mendorong pengembangan usaha melalui program Juragan UMKM yang mempertemukan pemerintah, platform digital, sektor swasta, komunitas, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperluas akses pasar sekaligus mempercepat transformasi digital UMKM.

Bagi pelaku usaha yang terdampak bencana, pemerintah turut menghadirkan Klinik UMKM Bangkit. Melalui layanan SAPA UMKM, pelaku usaha dapat memperoleh akses terhadap layanan legalitas, peningkatan kapasitas, pembiayaan, pemasaran, dan digitalisasi usaha.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, mengapresiasi dukungan yang diberikan kepada lima UMKM tersebut. Ia berharap kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk lokal untuk berkembang, khususnya dalam proses pemulihan ekonomi pascabencana.

Menurut Reza, penguatan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, promosi, serta akses terhadap pasar yang lebih luas.

Ia juga berharap pendampingan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi berlanjut hingga pelaku usaha mampu mengembangkan bisnis secara mandiri dan meningkatkan daya saing produknya.

"Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan UMKM Aceh, baik di tingkat daerah maupun nasional," tutupnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI