Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / 1.900 Awardee Ditargetkan, BIB 2026 Beri Pendanaan Penuh S1–S3

1.900 Awardee Ditargetkan, BIB 2026 Beri Pendanaan Penuh S1–S3

Sabtu, 28 Februari 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori menyampaikan pihaknya kembali akan merekrut calon Awardee BIB untuk kurang lebih 1.900 orang, S1-S3 di dalam dan luar negeri. [Foto: Humas Kemenag]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kemenag terus mendorong para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) melakukan riset dan memanfaatkan pendanaan beasiswa untuk meningkatkan kualitasnya. 

Untuk itu, Puspenma telah menyiapkan alokasi anggaran beasiswa pada 2026.

“Menyambut Indonesia Emas 2045 mutlah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, karenanya para dosen harus menempuh jenjang Pendidikan tertinggi, hingga doktor,” tegas Kepala Puspenma Ruchman Basori yang dilansir pada Sabtu (28/2/2026).

Sejak 2022, Kemenag berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, telah memberikan pembiayaan untuk Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), bagi dosen PTK, dosen Agama di PTU dan Ma’had Aly serta aktor Pendidikan Keagamaan lainnya, seperti Guru, Ustadz, Kyai, Guru PAI di Sekolah, Tendik, Alumni Pendidikan Keagamaan, hingga pegawai Kementerian Agama.

Ruchman menjelaskan bahwa pada 2026, Puspenma kembali akan merekrut calon Awardee BIB untuk kurang lebih 1.900 orang, S1-S3 di dalam dan luar negeri. 

“Dosen-dosen baru UIN Mataram yang sudah PNS segera studi lanjut S3, terutama ke Luar Negeri untuk meningkatkan reputasi perguruan tinggi di kancah nasional bahkan internasional,” harap Alumni IAIN Walisongo ini.

“BIB Kemenag memberikan full pendanaan dari mulai biaya studi, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya buku, dana seminar internasional, penulisan jurnal internasional, desertasi, hingga tunjangan keluarga”, terang Ruchman.

Selain soal BIB Kemenag, Ruchman juga mengajak kepada para dosen untuk memanfaatkan pendanaan Riset Indonesia Bangkit yang sering disebut dengan MoRA The Air Funds. Pendanaan riset kolaboratif antara Kemenag dengan LPDP, untuk mendorong agar para dosen melakukan riset berdampak bagi pembangunan nasional. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI