Minggu, 11 Oktober 2026
Beranda / Parlemen Kita / Terharu Kisah Firdaus, Ghufran PKS Bantu Pahlawan Cilik yang Antar Ayah Berobat

Terharu Kisah Firdaus, Ghufran PKS Bantu Pahlawan Cilik yang Antar Ayah Berobat

Sabtu, 10 Oktober 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Politisi PKS Ghufran Bantu Firdaus, Bocah Pidie yang Kayuh Sepeda Antar Ayah Berobat. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Sigli - Kisah Firdaus, bocah berusia 9 tahun asal Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Aceh, yang mengayuh sepeda sejauh belasan kilometer demi mengantar ayahnya berobat ke rumah sakit, mengundang simpati berbagai pihak. 

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, perjuangan siswa kelas IV sekolah dasar itu menjadi gambaran nyata kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh I, H. Ghufran Zainal Abidin, M.A., turut menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan kepada Firdaus dan keluarganya.

Ghufran mengaku terenyuh setelah melihat langsung kondisi keluarga tersebut. Ia menilai, di usia yang masih sangat belia, Firdaus telah menunjukkan cinta, kepedulian, dan bakti yang luar biasa kepada ayahnya.

“Melihat langsung kondisi mereka, saya benar-benar terenyuh sekaligus tertampar. Anak sekecil ini telah membuktikan cinta dan bakti yang luar biasa kepada orang tuanya,” ujar Ghufran dalam media sosial pribadinya, disitat media dialeksis.com, Sabtu (10/10/2026).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, kisah Firdaus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak cukup berhenti pada rasa iba, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat membantu meringankan beban masyarakat.

Firdaus diketahui menempuh perjalanan sekitar 15 hingga 20 kilometer menggunakan sepeda ontel untuk membawa ayahnya menuju Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk. Chik Ditiro, Sigli, agar mendapatkan perawatan medis. Ayahnya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius, termasuk asma kronis dan penyakit jantung.

Perjalanan panjang tersebut dilakukan di tengah keterbatasan biaya transportasi keluarga. Kondisi itu membuat perjuangan Firdaus bukan sekadar kisah tentang ketabahan seorang anak, melainkan juga gambaran kesulitan yang masih dihadapi sebagian keluarga dalam mengakses layanan kesehatan.

Bagi Ghufran, kisah tersebut seharusnya menggugah kepedulian bersama, baik dari masyarakat maupun para pemangku kebijakan, agar keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi tidak merasa berjuang sendirian ketika membutuhkan layanan kesehatan.

Melalui bantuan yang disalurkan, Ghufran berharap dapat meringankan beban keluarga Firdaus sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan anak tersebut dalam merawat ayahnya.

"Bagi seorang anak berusia sembilan tahun, perjalanan belasan kilometer itu mungkin terasa berat. Namun, bagi Firdaus, langkah kecil tersebut menjadi bukti besarnya cinta kepada sang ayah," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI