Sabtu, 18 Juli 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Arena Pacu Kuda Sumba Barat Resmi Jadi Venue PON XXII/2028

Arena Pacu Kuda Sumba Barat Resmi Jadi Venue PON XXII/2028

Jum`at, 17 Juli 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Arena Pacu Kuda Sumba Barat Resmi Jadi Venue PON XXII/2028. [Foto: dok. KONI]


DIALEKSIS.COM | Sumba Barat - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menetapkan Arena Pacu Kuda Pada Eweta, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai venue cabang olahraga Pacu Kuda Tradisional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB.

Keputusan tersebut disampaikan Marciano saat meninjau arena dan menyaksikan semifinal Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Sumba Barat 2026, Kamis (16/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan venue yang nantinya juga akan menjadi lokasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacu Kuda 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju PON.

"Pertandingan Pacu Kuda Tradisional tempatnya di sini. Terima kasih atas dukungan Pak Bupati dan seluruh pegiat olahraga berkuda di Sumba," kata Marciano.

Selain meninjau arena, Marciano menyerahkan bantuan body protector dan helm produksi dalam negeri kepada para joki cilik guna meningkatkan aspek keselamatan dalam pertandingan.

Penetapan tersebut disambut Gubernur NTT sekaligus Ketua KONI NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Ia menyebut keputusan itu menjadi kabar gembira bagi masyarakat Sumba Barat dan akan ditindaklanjuti dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI NTT.

Bupati Sumba Barat Yohanes Dade mengatakan penunjukan tersebut menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya Pacu Kuda Tradisional Sumba dipertandingkan pada ajang olahraga nasional.

Ketua Pengprov Pordasi Pacu NTT Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga menilai masuknya Pacu Kuda Tradisional ke PON merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sumba sekaligus langkah besar dalam pengembangan olahraga berkuda di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Presidium Konfederasi Nasional Pordasi Triwatty Marciano menyebut hadirnya Pacu Kuda Tradisional di PON merupakan hasil perjuangan yang telah dilakukan selama beberapa tahun. Menurutnya, cabang olahraga tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus mendorong pertumbuhan sport tourism, peternakan lokal, dan perekonomian masyarakat. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI