Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Perpusnas 46 Tahun: Kenapa Literasi Jadi Penentu Nasib Bangsa?

Perpusnas 46 Tahun: Kenapa Literasi Jadi Penentu Nasib Bangsa?

Senin, 18 Mei 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Gedung Perpusnas RI di Jl. Medan Merdeka Sel. No.11. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa. Penegasan itu disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 yang mengusung tema “Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa.”

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyebut selama 46 tahun Perpusnas tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan buku dan arsip pengetahuan, tetapi juga terus bertransformasi sebagai ruang pembelajaran, kreativitas, dan penggerak peradaban.

“Perpusnas bukan hanya tempat menyimpan buku, majalah, atau rekam jejak masa lalu bangsa. Lebih dari itu, kami hadir konsisten untuk mewujudkan martabat bangsa melalui peningkatan literasi,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, perpustakaan modern harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia menegaskan, perpustakaan kini menjadi wahana strategis untuk mendorong daya pikir kritis dan kreativitas masyarakat.

“Perpustakaan bukan beban, tetapi fasilitas penting yang membentuk kemampuan bernalar dan kreativitas masyarakat,” tegasnya.

Aminudin juga menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam menentukan maju atau tidaknya suatu bangsa. Tanpa tingkat literasi yang memadai, menurutnya, sulit bagi sebuah negara untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Literasi adalah kunci keberhasilan, kemartabatan, sekaligus kemajuan bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, peran perpustakaan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam rangkaian HUT ke-46, Perpusnas menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, mulai dari Literacy Run, webinar nasional, hingga peluncuran buku. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perpustakaan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Pada momentum tersebut, Perpusnas juga meluncurkan dua buku bunga rampai berjudul “46 Tahun: Menyemai Harapan, Membangun Literasi Indonesia” dan “46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa.” Peluncuran ditandai dengan penyerahan simbolis oleh Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso.

Aminudin turut menyampaikan apresiasi kepada para pendiri bangsa, perintis, dan seluruh insan perpustakaan yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang Perpusnas.

“Tidak mungkin ada negara beradab tanpa perpustakaan. Negara yang berperadaban pasti akan memuliakan perpustakaannya,” pungkasnya.

Acara puncak peringatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan mitra, di antaranya Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Suharyanto, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bondar, serta perwakilan lembaga dan dunia usaha.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI